Daerah khusus bagian bawah tubuh ini perlu Anda pahami dan memerlukan penanganan khusus.

Durasi baca: 1 menit 30 detik



Tidak sama seperti area tubuh Anda lainnya, bagian vital yang tertutup ini perlu dirawat dan dikenali lebih lanjut. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui bagaimana cara memanjakannya. Apa saja, sih?


BENTUK VAGINA PEREMPUAN 

Bentuk vagina setiap perempuan relatif sama. Menurut dr Fransiska Farah SpOG dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, yang membedakan vagina milik Anda dengan perempuan lain adalah area vulva. 

(BACA JUGA: 4 Penyebab Vagina Sering Keputihan)


Area vulva yang dimaksud meliputi ukuran klitoris yang berkisar 1 hingga 11/4 inchi, bentuk bibir luar (labia majora), dan labira minora ( yang berbentuk seperti kupu-kupu menggantung).  Ukuran labia sebagian besar perempuan pun tidaklah sama. Biasanya satu sisi labia lebih lebar dibanding dengan sisi lain. 


WARNA KULIT AREA VAGINA

Ternyata, bagian bawah tubuh Anda tersebut tidak selalu memiliki warna yang sama dengan warna kulit tubuh bagian atas. 


Yes. Perempuan berkulit cerah bisa saja memiliki warna labia yang cenderung gelap. Sedangkan perempuan berkulit gelap dapat memiliki warna labia yang lebih cerah. Bahkan bukan tidak mungkin warna kulit area labia memiliki warna pink yang cerah. 


VAGINA MUDAH KENDUR?

Vagina memiliki tingkat elastisitas yang sangat tinggi. Otot di area tersebut dapat melebar dan mengecil dalam ukuran normal. Ukuran penis yang besar (atau sangat besar) tidak dapat membuat elastisitas vagina mudah mengendur.



Namun, jika Anda sudah melahirkan dengan cara normal tentu saja otot di area ini akan mengalami perubahan. Anda perlu melatih kembali otot pubococcygeus — otot  di daerah seputar kelamin —melalui senam kegel. 


BAKTERI DI DALAM VAGINA

Di dalam vagina ada mikroorganisme baik yang berperan untuk mencegah infeksi. Bakteri ini adalah laktobasilus yang dapat Anda temukan dalam yoghurt. 


Banyak ginekolog yang menyarankan penggunaan yoghurt untuk mengatasi infeksi jamur pada vagina. Salah satunya adalah Alyssa Dweck, MD, ginekolog dari Mount Sinai School of Medicine, New York, Amerika Serikat. 


Menurut Dweck, infeksi jamur pada vagina bukan hanya dapat dialami oleh perempuan yang aktif melakukan hubungan seksual. Kebiasaan sehari-hari serta gaya hidup Anda dapat memicu tumbuhnya jamur Candida secara tidak normal.


Untuk membantu mengatasi infeksi jamur pada vagina, Anda perlu menjaga keseimbangan pH vagina dengan mengandalkan yoghurt. Yoghurt tidak hanya dapat dikonsumsi secara langsung namun juga dapat diaplikasikan pada vagina. 


Oleskan yoghurt tanpa rasa dan tidak melalui pasteurisasi pada pembalut yang Anda gunakan saat malam hari menjelang tidur. Cuci bersih area vagina saat keesokan harinya. Ulangi selama tiga hingga tujuh hari hingga gejala infeksi jamur (seperti gatal dan rasa panas pada vagina) menghilang. 


Tak hanya itu, Anda pun dapat mencampurkan yoghurt dengan air bersih untuk membasuh daerah kewanitaan. 


TAK PERLU MELAKUKAN VAGINAL DOUCHE

Vagina Anda sebenarnya dapat membersihkan dirinya sendiri melalui proses sekresi. Jadi, Anda tidak perlu membersihkan vagina hingga ke dalam liang vagina. 


Yang perlu diperhatikan adalah Anda harus membasuh vagina bagian luar terutama area sekitar labia dan perineum dengan air bersih. Pastikan permukaan kulit vagina benar-benar kering setelah Anda membasuhnya. Jangan biarkan area vagina lembap dan menutupnya dengan celana dalam.


Jika ingin menggunakan cairan khusus pembersih vagina, cukup lakukan setiap dua minggu sekali.


WANGI VAGINA YANG KHAS

Vagina setiap perempuan memiliki aroma yang khas. Aroma tersebut berasal dari pelumas alami yang Anda miliki. 

(BACA JUGA: Kesemutan pada Vagina)


Umumnya, aroma vagina tersebut kian 'tajam' saat menjelang menstruasi, setelah bercinta, dan setelah olahraga karena pengaruh meningkatnya aktivitas kelenjar keringat. 


AREA YANG SANGAT SENSITIF UNTUK MERAIH ORGASME

Sentuhan terhadap vagina memang mampu merangsang hormon cinta atau hormon oksitosin sehingga Anda meraih orgasme. Kelenjar lendir, ovarium, dan testis adalah penghasil utama hormon ini. 



Ketika oksitosin meningkat dan dilepas oleh tubuh reaksinya akan membantu getaran otot panggul saat orgasme. 


Psst...tahukah Anda bahwa hormon cinta ini merupakan obat tidur teraman? Itulah sebabnya setelah  Anda dan pasangan selesai bercinta, rasa tenang dan mengantuk akan segera datang. Anda berdua pun dapat beristirahat tidur dengan nyaman. 


BULU DI AREA PUBIK

Pada zaman purbakala, bulu di area pubik berperan untuk melindungi vagina dari bakteri. Bulu di area vagina pun dapat meminimalkan aroma khas vagina pada masa itu. 


Namun kini semua orang sudah menggunakan pakaian dalam. Hal ini menyebabkan bulu di area tersebut tidaklah berperan penting. Bahkan bagi perempuan, bulu di area tersebut disarankan tidak dibiarkan terlalu lebat. Gunanya untuk mencegah area vagina menjadi terlalu lembap.


Anda perlu melakukan trimming atau membersihkan bulu area vagina untuk mencegahnya dari kelembapan. Psst...kulit di area vagina yang tampak ‘telanjang’ bebas bulu bahkan dapat membuat pasangan Anda semakin turn on! Apalagi ketika Anda mengenakan lingerie yang sensual. 

 

 (Anggia Hapsari, foto: instagram,com/ Taras Chernus/ Timothy Meinberg)