Stay in The know

Glitz Journal

Waspada Penyebab Stroke Usia Muda

Waspada Penyebab Stroke Usia Muda

Selain menjaga pola hidup sehat, Anda perlu memerhatikan beberapa penyebab stroke ini.

Durasi baca: 55 detik


Banyak orang yang beranggapan bila penyakit stroke hanya akan menyerang orang-orang berusia lanjut. Nyatanya, masalah ini tidak mengenal batasan usia tua saja. Sebuah studi yang beredar pada jurnal Neurology, menemukan bahwa pada pertengahan tahun 1990 hingga tahun 2000, terjadi peningkatan stroke sekitar 54 persen terhadap orang dewasa berusia 20 hingga 45 tahun. 


Menurut Dr. Sayed Ausim Azizi MD, PhD, Professor and Chair, Lewis Katz School of Medicine at Temple University, Philadelphia, jumlah orang yang terkena stroke bisa jadi menurun, namun orang yang terkena stroke di usia muda akan meningkat.

(BACA JUGA: Kebiasaan yang Dapat Merusak Ginjal)


Namun, ada beberapa penyebab lain terjadinya stroke pada orang dewasa berusia muda seperti:


SERING MIGRAIN

Migrain disebabkan karena penggumpalan darah di beberapa bagian wajah. Gejalanya berupa kesemutan, mati rasa, dan sakit pada salah satu area kepala. Bila Anda sering merasa migrain, jangan disepelekan karena ini bisa jadi tanda stroke. Segera kunjungi dokter.


KURANG ISTIRAHAT KARENA LEMBUR

Selain faktor makanan dan gaya hidup, terlalu banyak lembur juga bisa menyebabkan penyakit stroke. Saat Anda sering bekerja lembur, detak jantung menjadi tidak teratur dan menyebabkan darah tidak mengalir lancar ke otak. 


Masalah kardiogenik juga dapat menjadi pemicu stroke pada usia muda. Menurut health24.com, yang termasuk dalam kardiogenik adalah sakit jantung, kelainan katup jantung, hingga patent foramen ovale  (lubang pada jantung di sisi kanan dan kiri). 



Tak hanya itu, sering mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, pola makan tidak sehat saat lembur, ataupun ‘dopping’ narkoba seperti tipe amphetamine, termasuk kokain dan marijuana dapat menyebabkan masalah pada jantung sehingga membuat Anda rentan terkena stroke. 


PIL HORMON

Ternyata, pil KB dapat meningkatkan risiko stroke jika diminum oleh perempuan yang memiliki darah tinggi atau migrain. Terutama perempuan yang termasuk perokok berat. Ini disebabkan karena pil kontrasepsi mengubah agregasi platelet, sehingga meningkatkan aktivitas antitrombin III, mengakibatkan pembekuan darah pada tingkat tertentu. 


Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford, perubahan hormon yang terjadi pada usia muda, terutama hormon yang membuat seseorang tinggi, dapat meningkatkan risiko dua hingga lima kali lebih besar.


(Ratih Dwiningtyas, foto: Pexels.com/ Khalid Garzia/ Helena Lopez)




Author:

You Might Also LIke