Nilai jujur pada anak tidak hanya ditanamkan, tetapi juga harus dibangun terutama oleh orangtua.

Durasi baca: 55 detik.


Nilai jujur pada anak memang menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Ada banyak hal yang memengaruhi kepribadian anak, termasuk lingkungan. Semakin besar, anak akan semakin banyak pula problematika yang terjadi dalam hidupnya. Sebagai orangtua Anda tentu ingin menjadi orang pertama yang mereka datangi saat senang atau sedih.


Sayangnya, kejujuran adalah hal yang sulit dilakukan tidak hanya bagi orang dewasa tetapi juga anak-anak. Sedangkan kejujuran adalah hal yang sangat penting agar ia tumbuh menjadi pribadi yang baik di masa depan.


Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam mendidik si kecil agar selalu berkata jujur.

(BACA JUGA: Kenali Pathological Liar, si Ahli Bohong ‘Kelas Kakap’)


BERI CONTOH

Bila Anda ingin menanamkan nilai jujur pada anak, jangan hanya menyuruh tapi juga berikan contoh. Usahakan untuk selalu menjadi panutan bagi anak. Misalnya saat Ayah hendak pergi bekerja, katakan pada anak hendak bekerja. Jangan berkata bila ayah akan pergi sebentar, tapi nyatanya pulang sampai sore. Mungkin bagi orangtua itu adalah hal sepele, namun tidak bagi anak. Ada nilai kejujuran yang harus ditanamkan orangtua bahkan dari hal yang paling kecil. 


JANGAN MENYUDUTKAN ANAK

Saat anak melakukan kesalahan dan Anda ingin ia berkata jujur, sebaiknya jangan menekan atau menyudutkannya. Memaksa anak untuk berkata jujur akan membuat mereka justru semakin menyembunyikan hal yang terjadi dari orangtua. Jangan pula mengatakan anak pembohong dan tetap berikan kepercayaan kepada anak. 


(Ratih Laksmana, foto: brocku.ca)