Stay in The know

Glitz Journal

Tata Cara Hidup di Wilayah Rawan Bencana Seperti Indonesia

Tata Cara Hidup di Wilayah Rawan Bencana Seperti Indonesia

Edukasi adalah kunci agar tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana

Durasi baca: 55 detik.


Indonesia merupakan negara kepulauan yang didominasi oleh laut dan gunung di sepanjang wilayah. Maka, Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara yang rawan bencana. Mulai dari gunung meletus, gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga tsunami. Dari deretan bencana yang pernah terjadi, penting untuk dijadikan pembelajaran terutama untuk persiapan yang harus dilakukan jika suatu hari bencana alam datang lagi. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai bentuk siaga terhadap bencana alam.

(BACA JUGA: Cara Menghilangkan Trauma pada Anak-Anak Pasca Bencana)

 

EDUKASI DIRI DAN ORANG SEKITAR TENTANG POTENSI BENCANA

Satu hal yang paling penting adalah menyadari dan mengedukasi diri tentang potensi bencana apa saja yang bisa terjadi di Indonesia. Negara kita ini terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik. Ketiga lempeng tersebut selalu bergerak setiap hari. Selain itu Indonesia juga menjadi negara yang dijuluki cincin api, karena 75% gunung berapi di dunia dan masih aktif ada di Indonesia. Itulah mengapa, negara kita juga menjadi negara yang rawan akan gunung meletus. 


SELALU BERSIAP SETIAP HARI DALAM MENGHADAPI BENCANA

Bila kita sudah mengetahui potensi bencana yang mungkin terjadi di Indonesia, selanjutnya adalah lakukan persiapan diri bila menghadapi bencana-bencana tersebut. Misalnya terjadi gempa, Anda bisa berlindung di bawah kolong meja atau berlari ke tempat yang lapang. Bila Anda tidak ada bayangan, banyak baca dan lihat video dari masyarakat Jepang yang sangat sigap menghadapi bencana.


JALIN HUBUNGAN BAIK DENGAN ALAM

Kita memang tidak bisa mengontrol pergerakan alam, namun kita bisa ‘bersahabat’ dengan alam. Misalnya mengurangi sampah plastik, tidak membuang sampah di saluran air, atau menebang pohon tetapi tidak menanamnya kembali. 


(Sarah Nabila, foto: unsplash.com/romel velasco)

You Might Also LIke