×

Stay in The know

Glitz Journal

Sepele, tapi Kebiasaan Harian Ini Buruk bagi Kesehatan

Sepele, tapi Kebiasaan Harian Ini Buruk bagi Kesehatan
Ayu Utami

Thu, 20 September 2018 at 08.01

Dari mulai kebiasaan multitasking, begadang, hingga menggunakan telepon selular saat sedang mengisi daya

Durasi baca: 35 detik


Setiap orang mempunyai kebiasaan yang unik. Seringkali kebiasaan-kebiasan tersebut dianggap lumrah karena terlalu sering dilakukan. Namun ternyata, ada beberapa kebiasaan yang biasa dianggap normal ternyata memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Berikut ini beberapa kebiasan yang memberikan dampak buruk. 

(BACA JUGA: 10 Kebiasaan Buruk Ini Membuat Anda Cepat Tua)


Multitasking

Meskipun Anda melakukan multitasking agar pekerjaan bisa selesai dengan cepat, namun multitasking bisa menyebabkan konsentrasi terpecah. Malahan multitasking bisa menyebabkan kualitas pekerjaan Anda kurang maksimal karena Anda kurang fokus terhadap masing-masing pekerjaan. 


Terlalu lama menggunakan headset

Menggunakan headset terlalu lama bisa menyebabkan penurunan kualitas pendengaran. Bahkan pada kasus tertentu, pemakaian headset yang terlalu lama—seperti ketika tidur—bisa menyebabkan daya tangkap suara menurun. Selain itu, menggunakan headset saat berkendara juga menurunkan konsentrasi Anda sehingga bisa mencelakakan orang lain. 


Begadang

Mungkin Anda salah satu yang sering begadang. Tahukah Anda bila terlalu sering begadang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti stroke, obesitas, dan juga tekanan darah tinggi. Tubuh setidaknya perlu minimal 6 jam istirahat di malam hari agar tetap sehat. 


Menelepon saat ponsel sedang mengisi daya

Banyak orang yang tetap mengunakan ponsel saat sedang mengisi daya seperti menelepon, texting, main sosial media, dan sebagainya. Ternyata menggunakan ponsel saat sedang mengisi daya bisa menyebabkan merusak ponsel, bahkan terburuknya bisa terbakar akibat peningkatan panas. 


Apakah Anda mempunyai salah satu kebiasaan di atas? Sebaiknya mulai sekarang Anda mengurangi intensitas kebiasaan tersebut agar terhindar dari dampak negatifnya.


(Juni Yasika, foto: RawPixel/ unsplash.com)

You Might Also LIke