ads



Stay in The know

Glitz Journal

Mengajarkan Anak untuk Berbicara Sopan dan Halus

Mengajarkan Anak untuk Berbicara Sopan dan Halus

Anda adalah sosok yang menjadi contoh pertamanya untuk menjadi individu sopan dan halus

Durasi baca: 35 detik


Terkadang meskipun orangtua sudah berusaha berbicara baik dan sopan, anak tetap mempunyai celah untuk belajar berbicara kasar ataupun mengucakan kata-kata tidak baik. Jika Anda sudah mulai kehilangan akal untuk mengajariknya, berikut ini beberapa tip mengajarkan anak untuk berbicara secara sopan dan halus. 


Menjadi Contoh

Orangtua adalah sosok pertama yang akan anak tiru, mulai dari tingkah laku hingga perkataan. Oleh karena itu, hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Anda untuk memberikan contoh yang baik pada anak. Misalnya: tidak memanggil orang dengan berteriak; tidak ragu mengucapkan maaf, tolong, atau terima kasih; ramah terhadap orang lain—tanpa melihat status sosial, menghormati orang yang lebih tua, hingga tidak sibuk dengan gadget.

(BACA JUGA: Inilah Alasan Pentingnya Melakukan Detoks Diri dari Penggunaan Gadget)


Menyampaikan Alasan Logis

Saat anak berkata kasar, jangan memberikan kesan bila kata tersebut diberi perhatian. Saat anak berkata kasar dan mengganggap kata-kata tersebut tidak boleh diucap, mereka akan semakin mengulanginya karena mereka berpikir hal tersebut lucu dan menarik perhatian. Sebaliknya, berikan penjelasan logis mengapa ia tidak boleh mengucapkan kata tersebut dengan nada tenang. Sehingga ia bisa memahami tanpa merasa Anda dikte dan menggurui. 


Jangan Membentak

Meskipun Anda sudah merasa sangat jengkel, usahakan untuk tetap tenang, tidak marah, atau membentak anak. Nada tinggi memberikan konotasi tekanan kepada anak, sehingga bisa berakibat kurangnya keterbukaan anak terhadap orangtua. Dengan nada tenang namun tegas, Anda bisa memberinya hukuman seperti tidak boleh menonton televisi atau bermain dalam kurun waktu tertentu.


Tayangan televisi dan pengaruh teman bisa mendorongnya untuk mudah berkata kasar tanpa memahami arti atau akibatnya. Pahami dahulu bahwa momen seperti ini akan terjadi pada anak, sehingga Anda sudah siap dengan cara-cara untuk mengatasinya. 


(Qorry Maulana foto: Aditya Virmana) 


You Might Also LIke