×

Stay in The know

Glitz Journal

Kiat Menjauhi Anak dari Bahaya Narkoba

Kiat Menjauhi Anak dari Bahaya Narkoba
Ayu Utami

Sat, 25 August 2018 at 09.02

Tidak mudah untuk menjaganya dari lingkungan pergaulan di luar rumah, namun Anda bisa menanamkan beberapa hal dasar seperti ini

Durasi baca: 35 detik


Narkoba memang menjadi mimpi buruk bagi semua orang—terlebih untuk anak-anak dan remaja. Dengan pola pergaulan bebas dan tidak terkontrol, narkoba sangat mudah menjangkau semua orang dari berbagai lapisan masyarakat. Membentengi anak dari bahaya narkoba merupakan salah satu tugas terberat orangtua. Namun dengan cara berikut ini, bisa sedikit mempermudah pengawasan Anda.

(BACA JUGA: Ketegasan Orangtua Menjadi Tameng Anak Terbebas Dari Jerat Narkoba)


Tanamkan Ilmu Agama

Semua agama mengajarkan kebaikan dan merawat tubuh dengan menjaganya agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Secara logika, pengetahuan bahwa Tuhan menyukai mahluknya yang menjauhi hal-hal bersifat meracuni tubuh dan menjaga tubuh titipannya, bisa mulai Anda tanamkan sejak dini. Terkadang mengikuti sekolah agama dalam durasi tertentu, belum tentu bisa dipahami dan disukai anak, sehingga berikan pemahaman secara logis, hal buruk apa yang bisa terjadi pada tubuh dan otaknya, jika menggunakan narkoba. 


Pantau Teman Anak

Teman memberi pengaruh yang besar pada anak. Pada beberapa kasus narkoba pada anak dan remaja, biasanya melalui lingkup pertemanan agar anak bisa diterima di dalam kelompok tertentu. Sehingga, sangat penting bagi orangtua untuk memantau siapa saja teman anak, di mana tempat tinggalnya, dan siapa orangtuanya. Jangan ragu untuk mengundang teman anak ke rumah saat bermain atau makan siang. Dengan begitu, anda bisa melihat apakah anak Anda dalam pertemanan yang sehat atau tidak. 


Luangkan Waktu Bersama Keluarga

Salah satu alasan anak terjerat dengan narkoba adalah mereka kurang waktu bersama keluarga dan merasa kesepian. Sesibuk apapun pekerjaan orangtua, usahakan untuk meluangkan waktu bersama anak. Misalnya, bepergian di akhir pekan atau sekadar menikmati kebersamaan di rumah pada hari libur. Isi waktu luangnya dengan aktivitas yang menggugah minat dan bakatnya. 


(Qorry Maulana, foto: Kevin Laminto/ unsplash.com)

You Might Also LIke