Stay in The know

ads

Glitz Journal

Jangan Panik, Begini Cara Menjelaskan Saat Anak Pertama Menstruasi

Jangan Panik, Begini Cara Menjelaskan Saat Anak Pertama Menstruasi

Anak haid pertama? Jelaskan 3 hal berikut ini kepadanya.

Durasi baca: 50 detik.


Menstruasi adalah hal yang pasti dialami oleh setiap wanita, termasuk gadis kecil mama. Meskipun mengejutkan, tapi saat anak perempuan mendapatkan menstruasi pertamanya menjadi pertanda bila ia sudah dewasa. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua saat anak mendapatkan menstruasi pertamanya. 

(BACA JUGA: Agar Anak Mau Menjadi Pendengar yang Baik, Lakukan 3 Cara Berikut Ini)


JELASKAN TENTANG MENSTRUASI

Saat anak mendapatkan menstruasi pertamanya, orangtua harus menjelaskan tentang hal tersebut. Carilah waktu yang santau untuk membicarakannya tanpa membuat anak merasa takut atau risih. Anda bisa menceritakan tentang pengalaman pertama menstruasi ataupun fakta bila semua perempuan akan mengalami hal yang sama. 




JELASKAN TENTANG PENGGUNAAN PEMBALUT

Setelah membicarakan tentang menstruasi, Anda juga perlu memberitahu anak tentang cara yang benar menggunakan, memilih, dan juga membuang pembalut. Jangan lupa untuk memberitahu anak tentang pentingnya menjaga kebersihan area kewanitaan terutama saat menstruasi karena kini ia suda memasuki fase baru dalam hidup. 

Anda juga bisa menyarankan anak untuk membawa cadangan pembalut di kantong kecil dalam tas untuk keadaan darurat. 


CERITAKAN DENGAN POSITIF

Menstruasi pertama pada anak memang terasa tidak nyaman. Tidak sedikit yang merasa khawatir dengan perubahan baru ini. Bahkan ada anak-anak yang mengganggap menstruasi itu hal yang negatif, seperti penyakit atau kutukan. 

Jelaskan secara secara perlahan bahwa menstruasi merupakan proses alami dan luar biasa dari seorang wanita. Bangunlah hal yang positif saat menjelaskan hal ini. Anda harus bisa meredam ketidaknyamanan dan kekhawatiran anak tentang menstruasi. 

Menstruasi menjadi tanda bila anak perempuan sudah menjadi dewasa. Sehingga anak juga perlu diberikan tanggung jawab lebih terhadap dirinya sendiri di masa depan. 


(Ratih Dwiningtyas, foto: Freepik.com/peoplecreations)

You Might Also LIke