Stay in The know

Glitz Journal

Intoleransi Makanan pada Anak

Intoleransi Makanan pada Anak

Bukan alergi, inilah jenis intoleransi makanan pada anak.

Durasi Baca: 55 detik


Selain alergi makanan, beberapa anak juga dapat mengalami intoleransi makanan. Intoleransi makanan merupakan kondisi tubuh tidak bisa mencerna zat tertentu dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. 


Menurut dr Marissa T.S Pudjiadi, Sp.A, keadaan tersebut merupakan reaksi kimia antara zat makanan yang masuk dalam tubuh yang bereaksi terhadap kondisi pencernaan. Ketika seseorang memiliki intoleransi terhadap suatu makanan atau minuman, reaksi tersebut akan timbul beberapa jam setelah makanan itu dikonsumsi. Bahkan, bisa jadi reaksi itu muncul 48 jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.

(BACA JUGA: Mengenal Penyebab dan Gejala Penyakit Rubella pada Anak)



Berikut ini beberapa jenis intoleransi makanan yang umumnya terjadi pada anak. 


INTOLERANSI GLUKOSA

Intoleransi glukosa terjadi karena tubuh kekurangan enzim untuk memecah gula dalam susu. Kondisi ini menyebabkan anak kembung dan diare saat minum susu atau mengonsumsi produk yang mengandung susu. 


SENSITIVITAS GLUTEN

Intoleransi gluten disebabkan karena tubuh bereaksi pada protein, yang disebut gluten dalam biji-bijian misalnya gandum. Gejala sensitivitas gluten meliputi kembung, sakit perut, dan sakit kepala. 


Bentuk terparah sensitivitas gluten adalah penyakit celiac. Penyakit ini tidak melibatkan kekebalan tubuh namun gejalanya berpusat pada area usus. 


Makanan yang mengandung gluten antara lain tepung gandum, jelai, roti, sereal, pasta, hingga kudapan kue yang diolah dari tepung gandum.


INTOLERANSI FRUKTOSA

Gejala intoleransi fruktosa dapat dilihat setelah bayi mulai makan, mengonsumsi susu formula, diberi jus, buah-buahan, atau makanan bayi lainnya yang mengandung fruktosa. Anak akan mudah lelah, sering mengantuk, kulit dan mata tampak kekuningan. 



Satu-satunya cara agar intoleransi fruktosa tidak bertambah buruk adalah dengan menghindari setiap makanan yang mengandung fruktosa, termasuk sirup jagung fruktosa tinggi, sorbitol, dan sukrosa. Beberapa makanan yang mengandung bahan tersebut dan harus dihindari adalah buah-buahan, gula, madu, hingga susu mengandung pemanis. 


Penting bagi Anda sebagai orangtua untuk mengawasi setiap makanan yang dimakan anak, terutama makanan dalam kemasan. Makanan kemasan biasanya mengandung gula fruktosa tersembunyi. 

(BACA JUGA: Penyebab Diabetes di Usia Muda)


PEKA PADA ZAT ADIKTIF MAKANAN

Intoleransi yang sering terjadi adalah karena kepekaan pada zat aditif makanan misalnya pewarna tambahan, bahan kimia seperti sulfit, pemanis buatan, dan lainnya. Gejala yang sering terjadi adalah diare, mual, dan muncul ruam  pada kulit. 


Alergi maupun intoleransi terhadap makanan bukanlah hal yang bisa disepelekan. Bila anak menunjukkan tanda dan gejala intoleransi makanan, segera hentikan konsumsi dan segera periksakan kondisi anak ke dokter. 



(Ratih Dwiningtyas, foto: Pexels.com/ Naomi Shi/ Ash)







You Might Also LIke