Stay in The know

ads

Glitz Journal

Inilah Hal yang Harus Diajarkan pada Anak Agar Menjadi Pribadi Sopan

Inilah Hal yang Harus Diajarkan pada Anak Agar Menjadi Pribadi Sopan

Bersikap lemah lembut hingga bertutur kata baik, inilah hal yang harus diajarkan pada anak agar bersikap sopan santun

Durasi baca: 1 menit.


Mengajarkan sikap sopan santun pada anak tidak bisa dilakukan secara instan. Bila Anda ingin anak tumbuh dengan sikap sopan dan santun, maka perlu mengajarkannya sejak dini. Kata terima kasih, maaf, dan tolong, menjadi dasar dari sikap sopan dan santun yang harus diajarkan pada anak.


Selain tiga kata tadi, masih banyak sikap sopan dan santun yang perlu Anda ajarkan kepada anak-anak.  Seperti beberapa sikap berikut ini, yang sangat wajib Anda ajarkan pada anak-anak saat masih kecil. Mengajarkan hal-hal berikut merupakan hal yang sangat penting bagi Anda.

(BACA JUGA: 5 Manfaat Membiasakan Anak Gemar Membaca, Orangtua Harus Tahu!)

 

SIKAP LEMAH LEMBUT

Cara pertama yang harus Anda ajarkan agar anak tumbuh dengan sikap sopan santun pertama adalah bersikap lemah lembut. Terutama saat bertutur kata. Misalnya kata apa yang pas atau boleh diucapkan kepada orang yang lebih tua. Mulai dari orangtua, guru, kakak, nenek, paman, bibi, dan lain sebagainya.


TATA KRAMA

Cara kedua yang harus Anda ajarkan agar anak tumbuh dengan sikap sopan santun kedua adalah memiliki tata krama. Misalnya, jika bertemu orang yang lebih tua biasakan untuk cium tangan. Kemudian biasakan untuk mengucapkan salam saat pulang ke rumah atau bertamu ke rumah orang lain, dan lain sebagainya.


AJARKAN KATA YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH DIUCAPKAN

Cara ketiga yang harus Anda ajarkan agar anak bisa berperilaku sopan saat dewasa adalah soal pemilihan kata-kata. Mana kata yang boleh diucapkan dan mana yang tidak. Misalnya, tidak boleh menggunakan kata gue atau lo, kepada orang yang lebih tua.


Tidak boleh mengucapkan kata-kata kasar, termasuk binatang kepada orang lain. Ajarkan juga kalimat yang sopan saat memanggil orang. Baik yang lebih tua maupun yang tidak.


(Haris Nababan, foto: unsplash.com/bruno nascimento)

You Might Also LIke