Stay in The know

ads

Glitz Journal

Jangan Sampai Salah, Begini Etika Berkirim Email untuk Melamar Kerja

Jangan Sampai Salah, Begini Etika Berkirim Email untuk Melamar Kerja

Agar cepat dipanggil HRD dan diterima di perusahaan impian Anda, intip etika berkirim email melamar kerja berikut ini!

Durasi baca: 50 detik


Dengan kemajuan teknologi, kini melamar kerja bisa dilakukan lebih praktis melalui bantuan email, tidak lagi harus mengirim surat lamaran via pos. Namun sayangnya, masih banyak pelamar yang belum memperhatikan cara dan etika yang baik dalam menulis email lamaran kerja tersebut.

(BACA JUGA: Cara Cerdas Cari Lowongan Kerja Lewat Online)


Menulis email untuk profesional memang berbeda dengan mengirim email pribadi. Agar tidak salah dan lamaran Anda cepat ditanggapi oleh sang HRD perusahaan impian, berikut ini beberapa etika mengirim email lamaran kerja yang perlu Anda tahu. 


GUNAKAN EMAIL PROFESIONAL

Sebelum mengirim email untuk melamar kerja, pastikan bila alamat email Anda sudah menggunakan nama yang profesional. Hindari menggunakan nama email yang tidak formal atau dengan nama yang susah diingat. Ini bisa jadi menunjukkan ketidakseriusan Anda untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.


JANGAN LUPA ISI BAGIAN SUBJEK

Bagian subjek memberitahukan tentang gambaran email Anda. Jangan biarkan halaman subjek ini kosong karena kemungkinan perekrut akan melihat email anda sebagai spam dan dilewatkan begitu saja. Tips lainnya lagi, tuliskan judul dan subjek email yang menjelaskan posisi yang Anda akan lamar.



(Foto: Thought.co)


TULISKAN COVER LETTER PADA BODY EMAIL

Bagian body email juga jangan dibiarkan kosong. Anda bisa menuliskan cover letter pada bagian tersebut untuk memberitahukan maksud dan tujuan Anda. Tidak perlu terlalu panjang, namun tuliskan dengan rapi dan cukup jelas.


PERHATIKAN NAMA FILE LAMARAN

Beberapa orang mungkin lupa mengubah nama file sebelum mencantumkan dokumen pada email. Pastikan untuk mengubah nama file sesuai dengan keperluan Anda, misalnya: CV-SISKA-WRITER. Jangan sampai email Anda masih bertuliskan doc1.pdf, ya.


(Sheilla Muthia, Foto: Alphafreepress.gr)

You Might Also LIke