Stay in The know

Glitz Journal

Cool Mom A la Andhita Siswandi

Cool Mom A la Andhita Siswandi

Menjadi Ibu fleksibel namun tetap menerapkan aturan.

Durasi Baca: 4 Menit 50 Detik


Setiap Ibu pasti memiliki pola asuh yang berbeda-beda dan tidak ada aturan yang pasti dalam mengasuh anak. Begitu juga yang dilakukan oleh Andhita Siswandi, dikenal sebagai perancang busana pernikahan dan siap pakai. Saat ditemui di salah satu concept store yang diusung oleh Jakarta Fashion Week, dirinya bercerita kepada GLITZMEDIA.CO bagaimana pengalamannya menjadi Ibu dan pola asuh terhadap ketiga anaknya.  


Memulai karir sebagai perancang busana custom made, perempuan lulusan Lasalle College of Fashion ini sedang sibuk mengembangkan lini busana kedua yang lebih wearable. Di tengah kesibukan mempersiapkan koleksi lebaran dan resort, Andhita tidak lupa untuk mendelegasikan waktu antara pekerjaan dengan ketiga anaknya. 


PENGALAMAN ANAK PERTAMA

Perempuan kelahiran 8 Maret 1986 ini lebih banyak tertawa dan terlihat santai saat menceritakan rutinitasnya. Ia memulai cerita dengan memaparkan pengalaman saat memiliki putri pertamanya – Alila Putri Mangan –  yang Andhita anggap adalah sebuah bahan percobaan. “Pertama kali saya memiliki anak usia saya relatif muda yaitu 23 tahun dan saya tidak memiliki ide sama sekali mengenai bagaimana caranya mengasuh anak. Saya punya dua orang suster yang membantu saya. Kebayang tidak? Orang yang mendengar itu pasti akan bilang berlebihan sekali,” ucap Andhita.


Andhita tidak takut pada anggapan orang yang menilai dia berlebihan saat menggunakan dua orang suster untuk mengasuh Alila. Baginya menjadi seorang Ibu itu harus mengetahui kapasitas diri, karena seorang anak butuh Ibu yang memiliki kondisi sehat secara mental dan fisik. “Menurut saya anak itu butuh sosok Ibu yang memiliki kondisi mental stabil, chill, tidak mudah marah dan tenang. Saya pernah berpikir usia saya rasanya terlalu muda saat memiliki anak pertama, sehingga saya belum memiliki kesiapan mental. Kondisi emosi Ibu yang tidak stabil pasti akan memberi pengaruh pada mental anak. Jadi, saat itu saya jujur pada diri sendiri bahwa saya butuh bantuan dan memutuskan untuk dibantu oleh dua orang suster,” tambahnya.


Namun setelah memiliki anak kedua dan ketiga, dirinya sudah mulai mengerti dan lebih santai. Andhita menuturkan bahwa saat ini dirinya sudah tidak menggunakan jasa dua orang suster lagi. Justru, ia mengasuh ketiga anaknya sendiri dan hanya dibantu oleh satu orang asisten rumah tangga. 



You Might Also LIke