Stay in The know

Glitz Journal

Akibat Terlalu Sering Mengikat Rambut

Akibat Terlalu Sering Mengikat Rambut

Ketiga hal ini dapat terjadi jika Anda terlalu sering menata rambut model ponytail. 

Durasi baca: 55 detik


Gaya rambut ponytail a la Ariana Grande memang terlihat cantik. Selain cantik, model rambut seperti ini juga praktis digunakan saat kegiatan sedang padat. Namun, menurut Donny Karyadi, Make Up Artist dan Hairstylist favorit selebriti Indonesia seperti Donna Agnesia hingga Dewi Persik, Anda disarankan untuk tidak terlalu sering mengikat rambut. 

(BACA JUGA: Aksesori Sederhana Pemanis Tatanan Rambut)



Hal ini karena mengikat rambut yang terlalu kencang dapat memberikan dampak buruk seperti berikut ini:


RAMBUT RONTOK

Terlalu sering menguncir rambut dapat menyebabkan rambut rontok karena patah dan mengalami traction alopecia atau kerontokan rambut yang terjadi bukan karena stres. Bila dibiarkan, kerontokan ini akan membuat rambut menjadi semakin tipis serta kebotakan. 


SAKIT KEPALA

Sebaiknya, jangan terlalu sering menguncir rambut. Berikan jeda beberapa hari agar rambut dapat beristirahat. Saat mengikat rambut, hindari mengikatnya terlalu kencang. Hal ini dapat membuat ujung saraf pada folikel rambut ikut tertarik. Jika terlalu lama, kulit kepala akan tegang dan memengaruhi syaraf di area kepala yang menyebabkan sakit kepala dan rasa tidak nyaman pada kepala. 


INFEKSI JAMUR

Kebiasaan menguncir rambut terlalu sering apalagi ketika rambut masih dalam keadaan basah dan lembap bisa menyebabkan kulit kepala ikut lembap. Kulit kepala dan rambut yang lembap bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Hal ini dapat menimbulkan masalah ketombe dan membuat rambut mejadi rapuh.


(Ratih Dwiningtyas, foto: Allure.com)

You Might Also LIke