×

Stay in The know

Glitz Journal

5 Cara Profesional untuk Resign

5 Cara Profesional untuk Resign
Mondials Anindhita

Sun, 3 March 2019 at 08.01

Sebaiknya, Anda mengundurkan diri dari pekerjaan secara elegan.

Durasi baca: 55 detik


Ada banyak alasan seseorang memutuskan resign dari pekerjaan. Namun, keputusan ini tentu merupakan sebuah keputusan besar yang pastinya tidak mudah untuk dilakukan. Apapun alasannya yang terpenting adalah cara Anda menyampaikan keputusan resign secara baik dan benar. Menurut Steven J Feiner dari buku The Art of Resignation, beberapa cara ini perlu Anda lakukan untuk resign secara profesional:

(BACA JUGA: Sebelum Memutuskan Resign Kerja Hindari 5 Hal ini)



AJUKAN SURAT RESIGN

Jangan memutuskan resign hanya melalui kata-kata saja. Berikan surat resign Anda kepada atasan yang berisikan pernyataan resign dan ucapan terima kasih.
 

PEMBERITAHUAN SECARA VERBAL

Meskipun Anda sudah sangat ingin resign, jangan lakukan secara mendadak. Beritahukan perihal resign ini pada atasan setidaknya 2 minggu sebelum mengajukan surat resign secara resmi.



Aturannya, Anda baru bisa benar-benar meninggalkan perusahaan 1 bulan atau one month notice setelah mengajukan resign (biasanya ada di surat kontrak saat pertama kali Anda bergabung di perusahaan). Jangan melakukan pengunduran diri secara mendadak, sehingga perusahaan bisa mencari pengganti Anda secepatnya.

JANGAN MENGUMBAR BERITA RESIGN

Sebelum Anda memberitahu atasan, sebaiknya jangan membahas keinginan Anda untuk resign pada rekan sekantor. Usahakan atasan menjadi orang pertama yang akan mendengar berita tentang keinginan Anda mengundurkan diri. Dengan demikian hubungan Anda dan atasan akan tetap terjaga baik.

SIAPKAN ALASAN RESIGN

Sebagian besar orang resign karena mendapatkan penawaran yang lebih baik dari perusahaan yang sekarang. Anda bisa menyebutkan hal tersebut dan menyatakan berbagai hal yang sudah Anda lakukan untuk perusahaan yang sekarang. Hindari membanding-bandingkan perusahaan Anda sekarang dengan perusahaan baru yang menawarkan Anda pekerjaan. 

Bila atasan bertanya apa yang bisa membuat Anda tetap tinggal di perusahaan, Anda boleh melakukan negosiasi. Jika atasan tidak bertanya, hindari melakukan negosiasi saat mengajukan permohonan resign. 


PAMIT DENGAN SOPAN

Kebiasaan seseorang yang akan resign memang berpamitan, baik kepada atasan maupun seluruh rekan kerja. Jika atasan dan HRD sudah menyetujui keinginan Anda untuk resign secara resmi, Anda dapat berpamitan secara langsung maupun lewat email saat hari terakhir. 


Anda bisa mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih atas kerja sama serta pertemanan selama ini. Jangan lupa pamit juga pada klien Anda, sehingga mereka tahu dan bisa melanjutkan berbagai urusan bisnis di perusahaan tersebut dengan pengganti Anda. 


(Ratih Dwiningtyas, foto: Unsplash.com/ Andrew Neel, Milewalk.com) 


You Might Also LIke