Stay in The know

Glitz Journal

4 Tips Melatih Anak untuk Mandiri

4 Tips Melatih Anak untuk Mandiri

Jangan terburu-buru melihat hasil akhir. Empat hal penting berikut harus diajarkan untuk melatih mereka mandiri. 

Durasi baca: 55 detik


Mendidik anak menjadi seorang yang berani mengungkapkan pendapat, percaya akan kemampuan dan potensi diri, serta pandai bersosialisasi tentu menjadi goal terbesar orangtua saat mendidik anak. 

(BACA JUGA: Hindari 6 Kebiasaan Buruk ini Saat Melatih Anak Disiplin)


Menurut Mehdi Toozhy, peneliti sekaligus penulis Keys to Success at School and Beyond dalam Secrets to Raising Independent Children yang dikutip Huffingtonpost menyebutkan, kunci terpenting untuk menjadikan anak memiliki kriteria di atas adalah dengan memberikan kepercayaan agar mereka mandiri.


Tapi, mendidik anak untuk mandiri juga bukan hal yang mudah karena kemandirian tidak akan muncul dengan sendirinya. Kemandirian harus dimulai dari kebiasaan yang diajarkan orangtua.


Berikut ini beberapa cara mengajarkan kemandirian pada anak dengan mudah. 


BIARKAN ANAK MEMILIH

Salah satu awal kemandirian adalah anak mampu memutuskan keputusan sendiri. Saat anak sudah berusia 1 tahun, biasanya mereka sudah mempunyai keinginan sendiri. Anda bisa mulai mengajarkan kemandirian dengan memberi anak pilihan dan bertanggung jawab dengan pilihannya tersebut. 


BERSABAR UNTUK MERAIH HASIL AKHIR

Anda perlu memberi kesempatan pada anak untuk mandiri dengan membantu dirinya sendiri. Hal ini berarti anak-anak perlu mengenal masalah dan mencoba mengatasinya sendiri. 


Biarkan anak menyelesaikan tugasnya dengan kemampuan terbaik mereka. Namun, jangan berharap hasil akhir yang sempurna karena anak masih dalam tahap belajar. Contoh, saat anak sudah berusia 1,5 tahun beri kesempatan anak belajar makan sendiri meski sedikit berantakan. Jangan terlalu cepat mengkritik atau berharap kesempurnaan datang lebih cepat dengan mengambil alih situasi. 


BERI REWARDS

Bila anak bisa melakukan suatu kegiatan dengan baik, jangan ragu untuk memberikannya pujian. Fokuskan pujian pada usaha atau kerja keras yang telah dilakukan anak, bukan hasilnya. Sehingga mereka akan merasa termotivasi dan semangat untuk lebih mandiri lagi. 


Hal terpenting saat mengajari anak kemandirian adalah tetap sabar tanpa melakukan unsur paksaan. Hargai pendapat si Kecil jika ia berkata “Tidak”. Ini merupakan proses anak mengutarakan pendapat. Anda juga bisa menciptakan suasana rumah yang positif sehingga anak tidak merasa terbebani dengan menjadi mandiri. 


BERLATIH TANGGUNG JAWAB

Mengajarkan rasa percaya diri dan tanggung jawab pada anak berarti harus diiringi dengan rasa tanggung jawab. Karena, inti membesarkan anak secara percaya diri dan mandiri jutsru mengajarkan mereka arti tanggung jawab. 


Anda perlu memberi contoh yang baik kepada anak dengan memenuhi hak anak dan kewajiban, baik moral dan material. Sebisa mungkin, tepati janji yang telah Anda ucapkan pada anak dan keluarga. 


(Ratih Dwiningtyas, foto: Parentmaps.com) 

You Might Also LIke