Stay in The know

Glitz Journal

4 Perempuan Workaholic Meninggalkan Pekerjaan Demi Anak

4 Perempuan Workaholic Meninggalkan Pekerjaan Demi Anak

Menjadi ibu rumah tangga untuk kebahagiaan batin.

Durasi baca: 3 menit 20 detik.

 

Prioritas seorang perempuan yang tadinya sibuk bekerja akan mulai beralih ketika Anda telah memiliki anak. Mengurus rumah tangga membuat pikiran terbelah dua dan menuntut seseorang akhirnya ambil sikap mana yang harus menjadi prioritas utama. Kali ini GLITZMEDIA.CO mewawancarai 4 ibu muda yang memutuskan tidak lagi bekerja dan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dengan beragam alasan. Berikut alasan mereka.


APAKAH ANDA TERMASUK SOSOK WORKAHOLIC?


Elisabeth Hutagalung (27 tahun)

“Saya memutuskan keluar dari pekerjaan sebenarnya awalnya karena mau ikut suami tinggal di Kalimantan, karena dulu saya tinggal di Pekanbaru. Saya dulu bekerja menjadi admin di salah satu Rumah Sakit selama 3 tahun.”


(Elisabeth Hutagalung dan Joel Marcello Tarihoran)

Indah Putri Ariyani Huerlimann (35 tahun)

“Saya termasuk workaholic sekali, karena sejak lulus kuliah pada tahun 2004 sampai 2014 sudah mulai bekerja di salah satu perusahaan sebagai HRD. Namun, setelah menikah dan punya anak akhirnya lebih memilih untuk keluar dari kerja supaya bisa lebih dekat dengan keluarga, sekalian istirahat.”


Novita Prasetyo Ang (37 tahun)

“Saya sempat bekerja di sebuah event manajement salah satu perusahaan selama 8 tahun. Setelah itu, mulai mencoba bisnis kecil-kecilan dengan membuka butik. Namun, setelah positif hamil, saya sepakat dengan suami untuk fokus sama anak dan tidak lagi bekerja demi melihat tumbuh kembangnya.”


Nindya Utami (27 tahun)

“Dulu saya kerja sebagai Marketing Communication Manager, namun sudha bekerja sejak lulus kuliah tahun 2012 sampai akhirnya menikah di tahun 2016. Berat sebenarnya meninggalkan pekerjaan tersebut, apalagi saya merintis semuanya dari bawah. Namun, keputusan untuk keluar dari kerjaan adalah pilihan saya dan suami selalu mendukungnya.”


You Might Also LIke