Stay in The know

Hotspot & Travel

Prediksi Tren Wisata Tahun 2019

Prediksi Tren Wisata Tahun 2019

Apakah salah satunya masuk ke dalam daftar rencana berlibur Anda?

Durasi baca: 1 menit 30 detik.


Sebagai salah satu platform pembelian tiket transportasi dan akomodasi terbesar di Indonesia, Booking.com selalu menyuguhkan inovasi terbaru berdasarkan survei pelanggan. Seiring dengan perkembangan tren berlibur yang semakin pesat, di tahun 2019 nanti Booking.com memprediksi akan ada beberapa perubahan perilaku wisatawan dalam menikmati momen liburannya. Apakah salah satunya masuk ke dalam daftar rencana berlibur Anda?


DESTINASI DI LUAR EKSPEKTASI

Survei yang dilakukan kepada 100 orang wisatawan menyatakan bahwa 60 persen wisatawan tertarik mencoba menginap di bawah laut. Berbagai tipe hotel dan rumah liburan yang terkesan mustahil untuk ditinggali akan bermunculan di 2019 untuk merealisasikan imajinasi masyarakat di masa depan.


Ditambah lagi, 40 persen wisatawan mengaku bahwa mereka antusias dengan prospek pembangunan Lunar Space Station milik NASA yang memungkinkan makhluk bumi untuk menikmati luar angkasa.




LEBIH CINTA LINGKUNGAN

Sejumlah 86 persen wisatawan global mengatakan bahwa mereka bersedia meluangkan waktu untuk kegiatan yang dapat mengimbangi dampak lingkungan dari kunjungan mereka. Sementara sepertiganya bersedia membersihkan sampah plastik dari pantai atau atraksi wisata lain.


Menurut hasil penelitian yang lebih dalam mengenai praktik ini, liburan yang didorong oleh keinginan wisatawan untuk bepergian dengan hati nurani, merupakan investasi dalam memulai usaha yang berkelanjutan. Inilah faktor utama yang makin dipikirkan oleh pengusaha pariwisata. 


PENGALAMAN ADALAH SEGALANYA

Wisatawan menginginkan pengalaman yang lebih besar dibandingkan perjalanan sebelumnya. Bahkan, hasil survei membuktikan bahwa 60 persen wisatawan menganggap bahwa pengalaman lebih berharga dibandingkan harta benda.


Nantinya, mereka akan memilih aktivitas yang otentik dan mengikuti budaya destinasi tujuan, mulai dari makan, tidur, hingga rutinitas sehari-hari.

<--- next page --->

MEMAKSIMALKAN PERJALANAN PENDEK

Lebih dari setengah responden berencana untuk memaksimalkan waktu luang di akhir pekan untuk melakukan perjalanan. Mereka akan mengatur perjalanan lebih seksama dengan itinerary padat yang memungkinkan untuk dijangkau dalam waktu dua hari saja. Mereka memercayai bahwa pengalaman yang berkesan tidak selalu harus dilakukan di tempat yang luar biasa atau dalam jangka waktu yang panjang.




BERWISATA SAMBIL BELAJAR

Sekitar 56 persen wisatawan global setuju bahwa berpergian telah mengajarkan ilmu keterampilan hidup yang tidak ternilai. Tampaknya, di tahun 2019 nanti keputusan perjalanan napak tilas dan berkenalan lebih jauh kepada budaya lokal masyarakat setempat menjadi makin diminati. Peningkatan jumlah liburan yang bertujuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan relawan juga diprediksi akan makin dicari. .


MENDAMBAKAN KEMUDAHAN

Beberapa tahun ini, para wisatawan telah menengenal sejumlah inovasi berteknologi canggih yang memudahkan pengalaman liburan. Wisatawan akan memanfaatkan berbagai kemudahan seperti pelacakan bagasi real-time melalui aplikasi seluler dan pemesanan kamar.


Hampir 31 persen wisatawan juga menyukai gagasan agen perjalanan virtual di rumah mereka, seperti menggunakan fitur yang diaktifkan dengan suara untuk menjawab pertanyaan. 

<--- next page --->

LEBIH DEKAT DAN PERSONAL

Perkembangan konsumsi informasi perjalanan akan berkembang pesat. Panduan umum dan komprehensif berisikan konten pendek, relevan, dan personal yang terintegrasi dengan rapi semakin diminati.


Sepertiga dari wisatawan bahkan menginginkan sesuatu yang dapat memberikan rekomendasi perjalanan untuk mereka, bahkan lebih dari setengahnya mengharapkan pemandu wisata digital.




MEMERHATIKAN ISU SOSIAL DESTINASI WISATA

Meningkatnya minat global terhadap isu sosial, membuat prediksi wisatawan di sepanjang tahun 2019 akan lebih menyelami destinasi wisata yang kaya akan nilai sosial.


Saat ini, hampir separuh wisatawan merasa masalah sosial di suatu wilayah menjadi salah satu faktor penentu tujuan wisata. Sedangkan lebih dari setengahnya memilih untuk tidak pergi ke suatu destinasi jika mereka memprediksikan isu sosial masyarakat lokal akan berdampak negatif dan memengaruhi kenyamanan liburan mereka. 


(Kissy Aprilia, Foto: pexels.com)

You Might Also LIke