ads
×

Stay in The know

Hotspot & Travel

Tidak Hanya Vila, Cipanas Juga Menyimpan Kisah #PerempuanPenggiatEkonomi

Tidak Hanya Vila, Cipanas Juga Menyimpan Kisah #PerempuanPenggiatEkonomi
Andiasti Ajani

Tue, 15 October 2019 at 19.57

"Siang berkebun, malam berbisnis..." adalah kegiatan para perempuan Desa Sarongge setiap harinya.

Durasi baca: 1 menit.


Selain Cianjur, Pertama Bank juga mengajak GLITZMEDIA.CO jalan-jalan ke Cipanas. Bukan jalan-jalan biasa, tetapi jauh lebih istimewa. Saat tiba di Cipanas, rekan-rekan media diajak untuk mampir ke sebuah desa kecil yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya. Yakni Desa Sarongge.


Jika ingin pergi ke sana, jalur yang dilewati cukup ekstrim. Menanjak dan berkelok-kelok, ditambah luas jalan hanya cukup untuk satu mobil. Sehingga beberapa kali terpaksa menepi guna berjalan bergantia dengan mobil lainnya.


Tetapi di sepanjang jalan menuju Desa Sarongge Anda akan disuguhi dengan pemandangan perkebunan teh yang luasnya mencapai ratusan bahkan ribuan hektar. Karena posisi Desa Sarongge tinggi, maka udara yang terhirup di sepanjang jalan juga semakin lama semakin bersih dan segar.


Sesampainya di Desa Sarongge, awak media dan tim Permata Bank mampir ke Saung Sarongge. Saung Sarongge adalah penginapan sekaligus tempat berkumpulnya para perempuan Desa Sarongge yang mulai sadar pentingnya berbisnis.

(BACA JUGA: Semalam di Cianjur, Banyak Cerita dan Rasa yang Terungkap)




Mereka sering melakukan workshop atau sekadar bincang-bincang tentang berbagai usaha yang kini mereka jalankan. Mulai dari bisnis sabun mandi dan cuci piring, sambal goreng, teh serai, jamu tradisional, hingga lulur.


Keenam perempuan hebat ini juga sempat bercerita pada GLITZMEDIA.CO soal awal mula terciptanya bisnis yang mereka jalani. Ternyata, sebelum berbisnis mereka semua adalah seorang petani yang berkebun di hutan. Namun mereka tidak tahu bahwa hutan tempat mereka berladang itu sebetulnya adalah Hutan Konservasi. 


Akhirnya mereka diminta untuk turun gunung.  Ketika turun gunung para ibu ini kemudian bingung harus bekerja apa. Hingga suatu hari, para perempuan ini memiliki cerita masing-masing hingga akhirnya tercetus untuk berbisnis.


Ceu Popon misalnya, ia menjual sambal goreng yang pedasnya nikmat sekali. Setelah turun gunung, Ceu Popon diketahui sering menjadi juru masak di Saung Sarongge. Suatu hari ada pelanggan yang menginap di sana dan mengatakan kalau sambal yang ia buat nikmat sekali.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke