×

Stay in The know

Hotspot & Travel

Semalam di Cianjur, Banyak Cerita dan Rasa yang Terungkap

Semalam di Cianjur, Banyak Cerita dan Rasa yang Terungkap
Andiasti Ajani

Tue, 15 October 2019 at 19.27

Bersama Permata Bank, GLITZMEDIA.CO napak tilas ke pusat kuliner legendaris Cianjur yang dipelopori oleh sosok perempuan #PerempuanPenggiatEkonomi.

Durasi baca: 1 menit.


Minggu lalu, Editor GLITZMEDIA.CO berkesempatan untuk mengikuti perjalanan ke Kota Cianjur bersama Permata Bank. Perjalanan yang diikuti kurang lebih oleh sepuluh media dari Jakarta ini, mengambil tema “Perempuan Penggiat Ekonomi” yang ada di Kota Cianjur.


Terkait dengan tema tersebut, rekan-rekan media diajak untuk berkeliling mengunjungi berbagai usaha legendaris yang dipelopori oleh sosok perempuan.


TAUCO CAP MEONG

Pertama adalah Tauco Cap Meong. Tauco Cap Meong merupakan produksi olahan tauco paling legendaris yang ada di Kota Cianjur. Tauco Cap Meong resmi didirikan tahun 1880 oleh seorang perempuan bernama Nyonya Tasma.


Namun menurut cerita, awalnya tauco merupakan lahan bisnis yang dimulai oleh suami Nyonya Tasma yakni Tuan Tasma atau Babah Tasma. Namun, tauco yang dibuat dan dijual oleh Babah Tasma rasanya manis. Sehingga tidak disukai oleh masyarakat Cianjur kala itu.

(BACA JUGA: Ingin Liburan Singkat ke Puncak? Menginap di Vila Puri Joya Bisa Jadi Pilihan!)


Nyonya Tasma kemudian berinisiatif untuk mengubah bahan dasar tauco yang awalnya manis menjadi asin. Ternyata, justru digemari oleh masyarakat dan konsumen.


Sehingga jika bicara tauco di Cianjur, nama Nyonya Tasma yang akan santer terdengar. Saat ini Tauco Cap Meong sudah dipegang oleh generasi keempat yakni Stefany Tasma. Ketika GLITZMEDIA.CO mampir ke pabrik atau tempat pembuatan Tauco Cap Meong, Stefany yang juga ada di sana mengajak berkeliling untuk melihat seperti apa proses pembuatan tauco miliknya.


Ternyata, untuk menjadi satu botol tauco prosesnya panjang sekali. Bahkan mencapai tiga bulan lamanya. Mulai dari pemilahan biji kedelai, penjemuran, penggilingan, perebusan, penjemuran lagi, fermentasi, pengasinan, pemasakkan, hingga akhirnya dikemas dan dijual.



You Might Also LIke