×

Stay in The know

Hotspot & Travel

Pemilik Meninggal Dunia, Restoran Asal Prancis Ini Kehilangan 1 Bintang Michelin

Pemilik Meninggal Dunia, Restoran Asal Prancis Ini Kehilangan 1 Bintang Michelin
Andiasti Ajani

Sun, 26 January 2020 at 16.05

Padahal, restoran ini telah menjadi pemilik tiga bintang Michelin tertua di dunia.

Durasi baca: 1 menit.


Jika dalam dunia perfilman penghargaan tertinggi adalah Academy Awards dan di dunia musik adalah Grammy Awards, maka dalam dunia makanan ada Michelin Star atau bintang Michelin. Michelin adalah sebuah penghargaan tertinggi kelas dunia, untuk restoran atau tempat makan.


Syarat untuk mendapatkan satu bintang Michelin, setiap restoran atau tempat makan harus memenuhi empat kriteria: mulai dari kualitas produk, keahlian juru masak atau chef, hidangan yang orisinil, dan konsistensi penyajian menu.


Baru-baru ini, sebuah restoran ternama dan legendaris asal Prancis, mengaku kecewa karena pihak Michelin telah menanggalkan satu bintang yang telah berhasil mereka raih. Restoran tersebut bernama Auberge du Pont de Collonges, yang terletak di kawasan Lyon, Prancis Tenggara. 


Restoran ini telah mengantongi tiga bintang Michelin pada tahun 1965. Sayangnya, setelah kepergian sang pemilik yakni Chef Paul Bocuse dua tahun lalu, pihak Michelin memutuskan untuk mengambil satu bintang dari restoran tersebut. Keputusan pihak Michelin ini tentu mengecewakan banyak pihak. 

(BACA JUGA: Setelah Penantian Panjang, Restoran Shaburi & Kintan Buffet Resmi Kantongi Sertifikat Halal)




Mulai dari manajemen restoran, keluarga Bocuse, kerabat, hingga rekan-rekan sesama chefSelain itu, penurunan bintang Michelin ini diprediksi juga karena restoran Auburge du Pont de Collonges melakukan inovasi pada menu yang disajikan.


Mungkin, pihak Michelin merasa sajian menu di restoran ini tidak lagi orisinil. Sehingga mereka merasa harus menanggalkan satu bintang Michelin dari restoran tersebut. Menanggapi hal tersebut, manajer restoran yang bernama Vincent Le Roux mengaku sangat kecewa dengan keputusan Michelin.


Karena menurutnya, para chef tidak menghilangkan keaslian menu yang disajikan di restoran. Ia berkata, bahwa setiap chef hanya mengolah dan mengembangkan beberapa menu yang sudah ada. Tetapi dari segi rasa, semuanya masih sangat orisinil. Selain pihak restoran, para kritikus makanan juga angkat suara terkait hal ini.


Mayoritas dari mereka mengatakan, bahwa mempertahankan keaslian menu adalah hal yang sangat sulit, jika dilihat dari segi biaya. Sedangkan kini banyak orang enggan mengeluarkan banyak uang hanya untuk menikmati sebuah makanan. Sehingga, apa yang dilakukan oleh Aburge du Pont de Collonges adalah hal yang tepat.


“Mempertahankan orisinalitas menu sekaligus bermain dengan ide baru dalam penyajian menu, adalah hal yang cemerlang,” tutur salah satu kritikus seperti dilansir dari AFP.


(Andiasti Ajani, foto: cnn.com, bocuse.fr)

You Might Also LIke