Kamu gitu juga nggak?


Liburan merupakan salah satu cara untuk menyegarkan pikiran, menghilangkan stres, menghirup udara segar, melihat lingkungan atau kehidupan baru, dan sebagainya. Dengan melakukan liburan kamu pasti akan menjadi lebih bahagia.


Akan tetapi bagi sebagian orang, usai melakukan liburan malah seperti memiliki masalah baru, contohnya mengalami tunggakan finansial kehidupan sehari-harinya. Di saat yang sama kamu akan merasa bersalah karena sudah menghabiskan uang yang sudah didapat.


Di sisi lain liburan bisa saja menjadi rencana yang nantinya akan menjadi beban. Tidak hanya itu, kamu akan berakhir kembali dalam suatu hal yang menyedihkan: yakni tekanan kehidupan sehari-hari.


Dalam situs WebMD, Howard Tinsley, seorang professor psikologi emeritus dari Universitas Illinois, Chicago, Amerika Serikat mengatakan, liburan harusnya memberi kendali atas hidup seseorang. Liburan merupakan sebuah elemen penting yang diperlukan untuk memenuhi rasa bahagia dan merupakan cara untuk mengontrol emosi.

(BACA JUGA: 5 Fase Kesedihan Seseorang: Menarik Diri dari Seseorang Hingga Depresi)


Secara tidak langsung jika liburan dilakukan secara rutin, kamu jadi bisa mengendalikan hal-hal yang akan membuat bahagia. Tahukah kamu, depresi setelah liburan juga bisa disebabkan karena kamu belum terbiasa dengan liburan yang rutin, sehingga pada akhirnya belum mampu untuk menyesuaikan untuk bisa kembali melakukan berbagai macam rutinitas yang sudah menunggu, hal ini dijelaskan oleh dokter Josh Klapow selaku Psikolog dan pembawa acara radio ‘The Web’.


Adapun beberapa saran untuk meringankan depresi seusai liburan yang kamu alami. Untuk urusan finansial, sebaiknya tidak melakukan liburan dengan budget diluar pendapatan kamu. Liburan tidak perlu yang mewah, berlibur sambil bermain sepeda di taman, mendaki gunung, dan melakukan olahraga lainnya juga bisa dilakukan.


Selain itu, pastikan menghindari obrolan tentang pekerjaan, uang, masalah percintaan, dan sebagainya. Sebaiknya hindari membawa masalah-masalah di dalam aktivitas liburan kamu. tentu saja hal ini bisa menghambat liburan kamu, bahkan jadi tidak menyenangkan.




(Audy Muhammad Lanta/Mondials Anindhita, foto: freepik.com/pressfoto/jcomp)