Stay in The know

Hotspot & Travel

Kota Tua Dubrovnik Batasi Kunjungan Turis

Kota Tua Dubrovnik Batasi Kunjungan Turis
Kota tua Dubrovnik adalah kota kecil yang telah berusia 800 tahun. Penduduk di kota ini juga tidak banyak, pada tahun 2001 tercatat hanya dihuni oleh 50.000 jiwa saja
Durasi baca: 50 detik

Dubrovnik adalah salah satu kota dengan usia tertua di dunia dan masuk ke dalam perlindungan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Kota yang terletak di kawasan laut Adriatik ini tercatat telah berusia 800 tahun dan pada tahun 2001, kota ini hanya dihuni oleh 50.000 penduduk saja. Sejak bulan Januari lalu, kota Dubrovnik dikunjungi kurang lebih oleh 200 ribu turis. Mayoritas turis yang datang ke kota ini tidak sembarangan, mereka berkunjung ke kota ini hanya dengan mengikuti tur kapal pesiar. Satu kapal pesiar bisa menanggung sekitar 1.063 orang, sehingga untuk membawa 200 ribu turis dibutuhkan kapal pesiar sebanyak 188 unit.
(BACA JUGA: Wisata ke 5 Kota Terbersih di Dunia)

Kota tua Dubrovnik memang memiliki pesona yang berbeda dibanding dengan kota-kota bersejarah lain di dunia. Karena, Dubrovnik merupakan kota kecil di sebuah pulau yang juga kecil dan dikelilingi oleh laut Adriatik, yang keindahannya tidak perlu diragukan lagi. Meskipun kecil, kota yang juga disebut sebagai Ragusa dalam bahasa Italia ini, dipenuhi oleh bangunan-bangunan bersejarah seperti benteng-benteng kuno yang melindungi penduduk saat perang kemerdekaan selama berabad-abad.



Karena banyak menyimpan sejarah, pihak UNESCO mengaku khawatir terhadap keamanan dan keindahan kota ini. UNESCO mengatakan, serbuan turis yang terlalu banyak bisa merusak aset yang mereka lindungi itu. Kapal pesiar yang berlabuh di dermaga laut Adriatik disinyalir akan merusak kelestarian alam terutama soal kebersihan lautnya. Mendengar kekhawatiran UNESCO, Badan Pariwisata Dubrovnik akhirnya mengeluarkan peraturan baru yakni, menekan atau membatasi jumlah turis yang boleh berkunjung ke kota tersebut setiap tahunnya.
  • PAGE
  • 1
  • 2

Author: Asti Ajani