Sayangnya, sejauh ini wisatawan terkait hanya yang tinggal di dekat perbatasan Islandia saja.


Menyambut datangnya tahun 2021, perlahan-lahan kabar baik seputar pergerakan dunia yang mulai berhasil keluar dari jeratan pandemi semakin terlihat. Salah satunya adalah sektor wisata. Baru-baru ini, negara Islandia mengumumkan bahwa pihaknya dengan sangat terbuka menerima kunjungan wisatawan asing yang sebelumnya dinyatakan positif corona.


Melansir dari cnn.com, pelancong yang pernah didiagnosa positif corona tidak perlu menjalankan serangkaian tes atau karantina jika berkunjung ke Islandia. Mereka hanya perlu menunjukkan bukti bahwa mereka benar-benar sudah negatif.


Alias terbebas dari virus corona yang mereka idap sebelumnya.  Bukti-bukti yang harus ditunjukkan di antaranya adalah hasil dokumentasi dari laboratorium di dalam European Economic Area atau European Free Trade Associtation. Selain itu, semua bukti dianggap tidak sah kecuali konfirmasi dari kepala ahli epidemiologi Islandia. 

(BACA JUGA: Rekomendasi Penginapan di Dekat Gunung Bromo) 

 

Selain hanya berlaku untuk negara-negara perbatasan, peraturan yang akan diberlakukan mulai tanggal 10 Desember 2020 ini, hanya berlaku bagi mereka yang pernah terpapar virus corona.


Jika belum, mereka tetap harus menjalani karantina selama 14 hari serta mengikuti dua kali tes pemeriksaan dengan jarak lima hari plus karantina. Islandia sendiri mendapat pujian yang luar biasa karena cara pemerintahnya dalam menangani penyebaran dan penularan virus corona.


Menurut riset dan data yang dikeluarkan oleh Universitas John Hopkins, kasus virus corona di Islandia hanya sekitar 5.413 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 27 pasien saja. Jumlah ini terhitung sejak virus corona pertama kali muncul pada bulan Februari hingga bulan November kemarin.




(Andiasti Ajani, foto: norwaytoday.info)