Jangan sampai kegiatan berlibur Anda justru merusak kelestarian alam.

Panorama alam Indonesia terus digembar-gemborkan, baik melalui laman media sosial hingga layar kaca. Kali ini, pemerintah pun terus berupaya untuk mempromosikan wisata ke Taman Nasional. Selain untuk meningkatkan kecintaan masyarakat pada alam Indonesia, kunjungan ke Taman Nasional pun perlu sebagai lahan edukasi terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Menurut Harley B. Sastha selaku Penggiat Alam Bebas, memang banyak orang mulai tergerak untuk menengok kekayaan alam di Indonesia. Namun sayang, hal ini tidak beriringan dengan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan. “Banyak yang mulai tertarik (berwisata alam), tapi rasa tanggung jawab untuk lingkungan sekitar masih kurang,” jelasnya saat ditemui GLITZMEDIA.CO di bulan April lalu. Ia menambahkan bahwa ada beberapa hal yang seyogianya dilakukan oleh masyarakat ketika ingin melakukan kunjungan ke alam Indonesia, seperti di bawah ini.


Realistis

Artinya, kita harus tahu apa yang perlu dibawa dan tidak. Buat dulu daftar barang yang dibutuhkan selama mengunjungi lokasi tersebut. Kemungkinan, jumlah sampah akan meningkat jika Anda membawa barang dalam jumlah banyak,” jelas Harley.


Rencanakan Makanan

Hal ini berlaku saat Anda harus menginap di alam terbuka, seperti ketika mengunjungi Taman Nasional atau mendaki gunung. “Saat membawa makanan, tentukan menu seapik mungkin. Konsumsi dulu makanan yang mudah basi agar tidak terbuang percuma,” tambahnya.


Bawa Makanan Kering

Makanan basah akan lebih merepotkan dan cepat basi. Sebaiknya, pilih makanan kering atau bahkan beku—untuk dimasak saat Anda membutuhkannya—agar tidak mudah basi dan lebih praktis dalam membawanya,” tutur pria yang juga berprofesi sebagai penulis ini.


Belanja di Sekitar Tempat Wisata

Alih-alih membawa seluruh barang kebutuhan dari rumah, sebaiknya Anda membeli beberapa hal di sekitar tempat wisata. “Selain membuat pengalaman perjalanan menjadi lebih kaya, hal ini juga bisa membantu perekonomian lingkungan sekitar tempat wisata,” Harley melanjutkan.


Terapkan Sistem 5W1H

Penerapan 5W1H—What, Where, When, Who, Why, dan How—dalam perjalanan akan membuat liburan ke wisata alam menjadi lebih jelas. Dengan menyusunnya menggunakan sistem ini, Anda juga dapat memprediksi lebih pasti akan waktu dan kebutuhan selama melakukan perjalanan,” paparnya.


Tinggalkan Seperti Sediakala

Saat Anda harus mendirikan tenda dan membuat api unggun, usahakan untuk meminimalisir bekasnya. “Sebenarnya, sebisa mungkin untuk tidak membuat api unggun. Namun kalau tetap ingin membuatnya, sebaiknya tinggalkan bekas seminim mungkin. Jangan lupa untuk selalu membawa sampah yang ada,” ungkapnya.


Tingkatkan Pengetahuan

Berbeda dengan wisata kota, Anda harus tahu beberapa hal mendasar saat berlibur ke alam terbuka. “Mulai dari cara buang air, tempat yang tepat untuk mendirikan kemah, meminta bantuan ketika menghadapi kondisi darurat, hingga apa yang harus dilakukan saat kesasar,” tutup Harley.

(Shilla Dipo, foto: Stocksnap.io)