BUMTHANG VALLEY

Siapa di antara kamu yang punya wishlist ingin berlibur ke Swiss dan menikmati indahnya padang rumput serta salju di Pegunungan Alpen? Percayalah, kamu tidak perlu jauh-jauh ke Swiss karena lokasi semacam itu ada juga di Bhutan.


Namanya adalah Bumthang Valley. Bumthang Valley menyimpan sejuta pesona yang dijamin bakal bikin kamu betah dan ogah pulang. Ketika berkunjung ke sana, kamu tidak hanya dihadapkan pada pesona wilayah yang indah, tetapi juga banyak situs wisata.


Seperti pedesaan kuno, biara, kuil, ladang, perkebunan, dan tentu saja lembahnya yang seperti tidak ada habisnya dari pelupuk mata. Salah satunya adalah lembah Ura. Pada waktu tertentu, lembah ini akan hilang karena tertutup kabut. Bhumtang juga menjadi lokasi agama Buddha pertama kali diperkenalkan sekaligus menjadi tempat lahirnya


Selain pegunungan yang mempesona dan keindahan alam, lembah Bumthang diberkati dengan beberapa kuil Buddha tertua di Bhutan. Bumthang adalah tempat pertama kali agama Buddha diperkenalkan dan tempat lahirnya biksu Pema Lingpa.



(Foto: himalayantalkies.com)


SAKTENG WILDLIFE SANCTUARY

Destinasi wisata keempat yang tidak boleh kamu lewatkan ketika berkunjung ke Bhutan adalah Sakteng Wildlife Sanctuary. Sebagai bagian dari Kerajaan Himalaya kuno, masyarakat Bhutan percaya pada keberadaan makhluk-makhluk mitos. Salah satunya adalah Yeti atau Migoi.


Meskipun seorang pendaki dan penulis buku asal Italia bernama Reinhold Messner mengatakan bahwa kemungkinan besar sosok besar dan berbulu yang pernah dilihat oleh rakyat Bhutan dipercaya sebagai seekor beruang, tetapi masyarakat Bhutan tetap mempertahankan kepercayaan mereka terhadap sosok Yeti hingga kini.


Bahkan, Bhutan menyiapkan taman nasional seluas 740 mil persegi di kawasan Bhutan Timur untuk pelestarian Yeti. Karena masyarakat percaya bahwa wilayah itu adalah tempat tinggal makhluk tersebut. Ketika berkunjung ke sini, kamu juga bisa mengikuti tur Hunting Yeti meskipun kemungkinan untuk menemukannya sangat kecil.


Kalaupun kamu tidak berhasil bertemu dengan Yeti, kamu tidak akan pulang dengan tangan kosong. Karena taman nasional ini juga menjadi tempat tinggal bagi banyak makhluk hidup yang terancam punah terutama binatang. Seperti panda merah, harimau, sampai macan tutul salju.



(Foto: comdeksproject.com)


WISATA KULINER

Ketika berlibur ke suatu tempat, tidak hanya keindahan alam atau situs budayanya saja yang harus dikunjungi. Tetapi berbagai restoran atau tempat makan lokal juga wajib disambangi. Berbagai jenis makanan bisa kamu temukan di Bhutan. Mulai dari non-vegetarian sampai vegetarian.


Melansir dari traveltriangle.com, berikut adalah beberapa rekomendasi restoran lokal yang bisa kamu cicipi makanannya. Yakni Folk Heritage Museum Restaurant, Zombala, Bukhari at Uma by COMO, Ambient Cafe, Galingkha, dan Chig-ja-gye at Taj Tashi.


Saat makan di restoran-restoran ini, kamu tentunya wajib mencoba berbagai makanan khas Bhutan. Seperti ema datshi, kewa datshi, shamu datshi, shakam paa, yaksha shakam, dan lain sebagainya.



(Foto: insidehimalayas.com)


(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/pema gyamtsho)