Buat kamu yang mau traveling naik pesawat wajib tahu, nih!


Bepergian di masa pandemi memang rasanya ribet banget. Apalagi di masa PPKM seperti sekarang. Kesulitan yang sudah ada rasanya jadi semakin parah. Terutama soal persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon penumpang, terutama kalau kamu bepergian naik pesawat.


Seperti sertifikat vaksin Covid-19 serta hasil negatif dari tes PCR. Yap! Selama masa PPKM, tidak peduli tujuanmu kemana (dari Jakarta keluar kota/negeri dan sebaliknya), selama kamu bepergian naik pesawat maka wajib menunjukkan hasil PCR test bukan antigen.


Nah buat kamu yang mungkin ada rencana ingin bepergian keluar kota, pastikan untuk memenuhi kedua syarat utama ini. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kamu kini tidak lagi bisa melakukan tes PCR di sembarang rumah sakit, klinik, atau laboratorium.


Melainkan harus di tempat yang diakui atau terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Di DKI Jakarta sendiri setidaknya ada 150 rumah sakit, klinik, dan laboratorium yang diakui keabsahannya oleh Kemenkes.

(BACA JUGA: Apakah Benar Air Kelapa Bantu Proses Penyembuhan Jika Terpapar Covid-19?)


Karena itu, sebelum memutuskan untuk traveling, yuk cari tahu dulu. Kira-kira kamu bisa melakukan PCR test di mana ya? Supaya momen traveling kamu tidak terganggu. Sebab, nantinya saat sampai di bandara kamu wajib menunjukkan QR Code yang kamu dapat pasca hasil tes PCR mu keluar.


Nah, QR Code ini rupanya hanya bisa dikeluarkan oleh RS, klinik, atau laboratorium, jika sudah terdaftar di Kemenkes. Yuk, langsung saja klik di sini untuk cek nama-nama rumah sakit, klinik, dan laboratorium yang terdaftar.


Oh iya, daftar rumah sakit, klinik, dan laboratorium ini akan terus diperbaharui oleh Kemenkes setiap akhir pekan. Jadi kalau RS, klinik, atau laboratorium langgananmu belum terdaftar, ditunggu saja. Siapa tahu minggu depan sudah muncul.



(Foto: unsplash.com/ismed mohammed - sovile)


Note: Ketika artikel ini tayang, mungkin saja ada perubahan pada peraturan bepergian yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia. Sehingga, perlu adanya peninjauan kembali dengan melakukan pengecekan ke berbagai situs terkait.


(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/mufid majnun)