×

Stay in The know

Hotspot & Travel

3 Festival Seks Di Dunia yang Perlu Anda Kunjungi

3 Festival Seks Di Dunia yang Perlu Anda Kunjungi
Anggia Hapsari

Sat, 11 January 2020 at 08.01

Di beberapa negara, seks tidak lagi dipandang tabu, bahkan dirayakan dengan meriah! 

Durasi Baca: 1 menit 10 detik 


Jika Anda dan pasangan hendak bertandang ke luar negeri untuk honeymoon atau pun merayakan hari ulang tahun perkawinan, coba selipkan festival seks yang memberi pengalaman baru ini.  


MEDIA BARU PENGETAHUAN SEKS  

Mendulang pengetahuan seputar seks melalui media buku atau video mulai terasa membosankan? Lewat berbagai festival unik di berbagai belahan dunia ini, Anda berdua akan memperoleh petualangan dan eksplorasi seksual baru yang sangat seru!

(BACA JUGA: Alasan Harus Mencoba Liburan Sendirian)


SEATTLE EROTIC ART FESTIVAL 


Seattle Center Exhibition Hall, Washington, Amerika Serikat 

Time: April


Sebenarnya, festival ini diselenggarakan sejak tahun 2003. Festival yang digagas oleh Sex Positive Comunity Center ini telah bertransformasi menjadi Foundation for Sex Positive Culture.  


Pada festival ini, Anda dapat melihat berbagai foto hingga video bergaya surealis yang bertujuan untuk mengedepankan kebebasan berekspresi dan budaya seks positif. Meski demikian, tidak sembarang seni yang dipamerkan di sini. 


Seluruh benda seni yang dipamerkan telah dikurasi oleh seniman erotis dunia.  Lebih lanjut, imajinasi Anda berdua akan ‘dibakar’ dengan berbagai aktivitas seks alternatif seperti live music dengan pertunjukkan seni erotis hingga sirkus yang diperankan oleh banyak pria dan wanita seksi berbusana sensual. 

(BACA JUGA: Model Sepatu Perempuan untuk Jalan-Jalan)


Festival ini berlangsung selama 3 hari (kabarnya pada tanggal 24-26 April 2020) dan diisi oleh beragam perlombaan yang melibatkan seksualitas seperti lomba lukis. Yang menarik, setiap pria dan wanita yang hadir di dalam festival itu dapat menjadi objek lukisan. Anda berdua tertarik?


KINKY COPENHAGEN 

Coppenhagen, Denmark 

Time: Oktober


Denmark memang lebih lantang memperkenalkan pendidikan seks pada anak dan remaja. Di sana, remaja berusia minimal 12 tahun sudah boleh menyaksikan film apapun yang diputar di bioskop, termasuk film khusus dewasa. 


Denmark bahkan telah menghapus sensor film yang menampilkan adegan erotis sejak tahun 1969.  Festival ini digelar setiap tahun untuk mengeksplorasi fantasi terliar aktivitas seks seperti bondage, fetish, hingga penyimpangan seks lain.  


Jika Anda ingin membeli oleh-oleh sekaligus mencoba peran sedikit ‘nakal’, Anda dapat membeli cambuk hingga dildo yang dijual di berbagai stand di sini. Tak perlu malu, karena semua orang sedang bergembira di sini! 


Jangan terkejut, karena stand penjualan berbagai barang seks tersebut berdampingan dengan pertunjukkan striptease.  Anda pun dapat melihat dan bertemu dengan para stripper dan bintang film dewasa yang berjalan lalu lalang dengan pakaian minim di festival ini. 


Tak berhenti sampai di situ, kejutan lain pun hadir melalui pameran seni tindik hingga extreme body artist yang dapat membuat Anda dan pasangan terkesima. 



Psst...ingin lebih cepat liburan dan bereksplorasi di festival khusus dewasa di Copenhagen? Coba kunjungi ManiFest THE MASQUERADE BALL. Acara yang tak kalah unik tersebut akan diadakan pada tanggal 11 Januari 2020 ini! Jadi, jika Anda dan pasangan atau kerabat sedang berada di sana, acara ini bisa menjadi salah satu tujuan Anda. 


KANAMARA MATSURI 


Kanayama Shrine, Kawasaki, Jepang 

Time: Awal April 2020


Festival yang diselenggarakan setiap tahun pada awal bulan ini telah digelar sejak tahun 1977. Tak hanya sembarang festival, event yang dikenal dengan Festival Penis ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit kelamin menular. 


Namun bagi masyarakat Jepang,  Kanama Matsuri merupakan bagian dari tradisi penduduk setempat untuk memperingati kesuburan, pernikahan, dan kelahiran seseorang.  Pada festival tersebut, berbagai penis raksasa yang dinamakan ‘omikoshi’ diarak di tengah ribuan manusia. 


Penis-penis tersebut ditampilkan dalam beragam bentuk dan warna mulai dari hitam hingga pink. Jika Anda berencana ke sini, jangan lewatkan untuk naik ke patung penis. Konon, Anda akan segera dikaruniai momongan dalam waktu dekat jika Anda menaiki patung penis tersebut.  


Ingin makan camilan sambil jalan-jalan? Anda dan pasangan harus mencicipi pisang cokelat hingga lolly pop yang dikemas dalam bentuk penis. Seluruh pengunjung yang datang tampak menyerbu panganan tersebut sambil bersenda gurau dan berfoto.  


Ternyata, festival ini tidak hanya diadakan sebagai hura-hura saja. Penggalangan dana yang selalu menjadi agenda acara Festival Penis telah menyumbang banyak penelitian terkait berbagai penyakit kelamin serta HIV/AIDS. 

(Anggia Hapsari, foto: instagram.com, unsplash.com/ Pablo Heimplatz) 




You Might Also LIke