Stay in The know

ads

Home, Decor, & Tips

Ketahui Bedanya Surat Perjanjian Jual Beli Rumah dengan Akta Jual Beli

Ketahui Bedanya Surat Perjanjian Jual Beli Rumah dengan Akta Jual Beli

Temukan jawabannya dalam artikel berikut ini

Durasi baca: 1 menit.


Ketika Anda memutuskan untuk membeli rumah, sudah pasti ada banyak dokumen atau hitam di atas putih yang harus disiapkan. Beberapa di antaranya adalah surat perjanjian jual beli rumah dan akta jual beli. Bagi sebagian orang, dua hal ini tentu terdengar sama. Padahal sebetulnya, surat perjanjian jual beli rumah dan akta jual beli adalah dua hal yang berbeda.


Surat perjanjian jual beli rumah adalah sebuah bentuk perjanjian yang mengikat antara penjual dengan pembeli. Namun kondisi yang terjadi di antara penjual dan pembeli sifatnya di bawah tangan atau non otentik. Artinya, surat yang dibuat hanya melibatkan kedua belah pihak. Tidak ada campur tangan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).


Sedangkan akta jual beli adalah akta otentik yang dibuat oleh notaris atau PPAT, isinya tentang perjanjian untuk peralihan hak atas tanah dan bangunan (rumah). Kemudian muncul pertanyaan baru: apa fungsi dari keduanya?

(BACA JUGA: Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Membeli Rumah)




Fungsi dari surat perjanjian jual beli rumah adalah agar kedua belah pihak yakni penjual dan pembeli sama-sama bertanggung jawab atas rumah tersebut. Biasanya adalah soal sistem pembayaran. Ibaratnya, meskipun pembeli belum melunasi pembayaran rumah, surat perjanjian jual beli rumah bisa dijadikan bukti atau tanda jadi kalu si pembeli serius akan rumah tersebut.


Kalau akta jual beli, fungsinya kurang lebih sama tetapi semua bentuk perjanjian syarat dengan hukum. Semua bentuk perjanjian terutama soal sistem pembayaran, benar-benar tertulis di dalam akta. Sehingga jika pembeli mangkir dari perjanjian tersebut, dapat diproses dengan aturan hukum yang berlaku.


Begitu juga dengan si penjual. Jika ternyata, si pembeli sudah membayar uang muka lalu tiba-tiba si penjual melarikan diri alias melakukan penipuan, maka ia juga bisa dijerat dengan pasal-pasal yang berlaku.


Kedua bentuk perjanjian ini sebetulnya sama pentingnya. Namun kalau boleh memberi saran, Anda sebaiknya membuat surat perjanjian jual beli rumah sekaligus akta jual beli. Mengapa? Supaya segala kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi dapat diminimalkan kehadirannya.


Saat bertransaksi jual beli rumah, uang yang berputar di dalamnya adalah nominal yang besar. Sehingga akan lebih baik jika menggunakan badan hukum sebagai fasilitator.




(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/chris liverani, pixabay, rawpixel/pexels.com)

You Might Also LIke