ads



Stay in The know

Home, Decor, & Tips

Empat Mitos Konsep Minimalis

Empat Mitos Konsep Minimalis

Konsep minimalis tidak hanya berkenaan dengan tata ruang.

Durasi baca: 50 detik.


Minimalis merupakan salah satu tren tata ruang yang telah bertahun-tahun mempertahankan eksistensinya. Tidak hanya tata ruang, tren ini juga merambah ke gaya hidup. Keduanya merupakan elemen yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Walau begitu, banyak orang yang mencoba menerapkan tren ini pada rumah dan gaya hidupnya namun tidak berbuah manis. Apakah ada yang salah? Berikut empat mitos tren minimalis yang ternyata salah menurut Cary Fortin dan Kyle Quilici—pemilik dan penulis Newminimalism.com.


RUMAH YANG TERLIHAT KOSONG

Rumah yang menerapkan tata ruang minimalis biasanya terihat kosong. Padahal yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah dipilihnya perabot terbatas yang memiliki banyak fungsi namun tetap terlihat indah. Pola pikir yang selektif terhadap dekorasi rumah dan dikelilingi dengan sesuatu yang Anda cintai adalah dasar dari tata ruang minimalis.



(Foto: Degco.me)


HANYA MEMILIKI BEBERAPA BARANG

Saat Cary Fortin memulai gaya hidup minimalis, ia mencoba hanya memiliki 100 barang. Ia merasakan bahwa saat terlalu fokus untuk menghitung, malah menyebabkan tujuan gaya hidup minimalis tidak tercapai. Tujuan gaya hidup ini adalah menikmati hidup sepenuhnya. Faktanya, gaya hidup dan prinsip tata ruang minimalis tidak memberi batasan pada jumlah barang yang Anda miliki. Minimalis berarti lagom—bahasa Swedia yang diterjemahkan ‘cukup’ atau ‘jumlah yang tepat’. Oleh karena setiap orang memiliki kebutuhan berbeda, mereka berhak menentukan jumlah barangnya sendiri. 

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke