Inilah cerita dan cara merawat celana jeans belel.  

Durasi Baca: 55 detik 


Celana jeans merupakan salah satu item busana yang sangat digemari semua kalangan. Selama bertahun-tahun, celana ini mengalami metamorfosis untuk meningkatkan kenyamanan dan penampilan penggunanya agar lebih gaya.  


Jeans adalah celana bermaterial denim yang ditemukan oleh pedagang cerdik asal Jerman, Levi Strauss. Pada tahun 1853, ia menemukan jenis pakaian yang dibutuhkan para buruh tambah emas di San Francisco. Pakaian tersebut kini terkenal dengan nama overall.


Nama denim dicetuskan pada tahun 1860. Nama itu diambil dari bahasa Prancis, serge de Nimes, yang artinya ‘bahan dari Nimes’. Sejak saat itulah, celana dengan bahan denim menjadi populer.

(BACA JUGA: 5 Model Celana Jeans Terlaris Saat ini)



Awalnya, celana jeans memang diciptakan untuk para laki-laki. Tujuannya agar mereka lebih nyaman bekerja. Siapa sangka, banyak perempuan yang bekerja di peternakan pun ikut mengenakan celana yang khusus dibuat untuk laki-laki. 


Salah satu  celana berbahan denim yang terkenal adalah desain celana keluaran Levi Strauss Blue Jeans Design 501, pada tahun 1873.



Pada tahun 1930-an, permintaan celana yang diperuntukkan untuk anak-anak pun bermunculan dan mulai diciptakan. 


Kini ada berbagai macam jenis bahan celana jeans yang sedang tren dan dijual di pasaran. Salah satunya adalah testur jeans belel dan berwarna pudar.  


CELANA JEANS BELEL 

Tren celana jeans ini sempat naik pada tahun 1980-an. Namun, tren celana ini sempat tenggelam dan muncul kembali pada akhir tahun 2015 dan bertahan hingga kini.  


Awalnya, proses celana jeans belel ini dibuat dengan cara tradisional melalui proses stone wash. Bahan denim akan ditempatkan secara horizontal pada mesin cuci industrial. Pada mesin cuci tersebut terdapat banyak batu-batu besar.  


Ketika mesin berputar untuk melakukan proses pencucian, batu-batu besar tersebut akan menumbuk dan menghantam bahan denim secara berulang. Hantaman yang berulang pada bahan denim akan menghasilkan efek pudar dan belel. 

(BACA JUGA: Sederet Celana Jeans Kekinian yang Wajib Anda Miliki)


TEKNIK WARNA BELEL ERA KINI 

Pada perkembangannya, efek stone wash dinilai terlalu sulit. Efek pudar pada bahan denim selanjutnya dilakukan dengan penggunaan bahan kimia serta jamur trichordema. 


Lalu, bagaimana dengan teknik acid wash? Menurut Monique Natalia, selaku pemilik brand Alex(A)lexa dan S.O.E, ini adalah teknik mencuci bahan denim menggunakan batu apung dan klorin sampai warnanya memudar hingga hampir memutih. 


Awalnya, proses ini ditemukan di Italia oleh perusahaan jeans, Rifle. Pada tahun 1990-an, teknik acid wash tidak lagi menggunakan batu apung namun menggunakan enzim selulosa yang bersifat asam untuk membantu menguraikan warna denim sehingga warnanya  lebih cepat pudar. Teknik pewarnaan ini dikenal dengan nama teknik big stone.




Apalagi cara baru untuk membuat celana jeans Anda makin tampil gaya?  Era serba canggih dengan teknologi, kini produsen busana berbahan denim dapat menciptakan aneka rupa dengan bantuan laser. Misalnya Levi's Strauss yang telah menggunakan tekonologi Laser Powered Custumization.


Dengan teknologi ini denim Anda dapat didesain lebih mudah dan cepat mulai dari pengaplikasian print, pilihan warna, hingga efek belel di beberapa area sesuai keinginan Anda. Hal ini tentu membuat hasil celana denim menjadi lebih personal. 


CARA MERAWAT CELANA JEANS 

Umumnya bahan denim ini seringkali digunakan untuk celana jeans atau jaket jeans. Cara perawatannya pun tidak sama seperti Anda merawat bahan kain.



Simak beberapa hal penting berikut untuk merawat jeans: 


1. Jangan terlalu sering mencuci busana berbahan jeans agar tidak mengubah warna dan bentuknya. 


2. Cucilah dengan detergen non abbrasive. Campur 1/8 cuka dengan air cucian. Cuka dapat membantu melapisi bahan denim agar tidak mudah pudar. 


3. Jangan mencuci jeans dengan air panas karena dapat merusak bahan dan serat denim. 


4. Keringkan jeans dengan cara dijemur. Jangan digiling dengan mesin pengering. 


5. Sebaiknya, jangan setrika jeans Anda. Jika perlu disetrika, baliklah jeans Anda. Lalu setrika bagian yang lecek dengan suhu panas rendah.   

(Anggia Hapsari, foto:)