Agar maksimal saat membersihkan busana keluarga, cari tahu cara memilih dan menggunakan deterjen dengan tepat. 

Durasi baca: 1 menit 


Untuk membersihkan seluruh busana dan alat rumah tangga, Anda tentu membutuhkan sabun deterjen. Di pasaran dijual berbagai jenis sabun cuci mulai dari sabun batangan, deterjen cair, dan deterjen bubuk. 


Kini, yang paling sering digunakan oleh rumah tangga adalah deterjen bubuk dan cair.  Dalam sebuah berita di harian Wall Street Journal, disebutkan orang Amerika terbilang boros menggunakan deterjen. Mereka terbiasa menaburkan banyak deterjen pada busananya saat mencuci. 

(BACA JUGA: Agar Tidak Mudah Rusak Begini Cara Mencuci Bra yang Tepat)


Hal ini karena semakin banyak sabun, artinya busa sabun akan kian berlimpah dan pakaian diharapkan menjadi semakin bersih. 


Bagaimana dengan orang Indonesia? Sepertinya tidak jauh berbeda. Padahal penggunaan deterjen ada aturannya, lho!


CARA PENGGUNAAN DETERJEN YANG TEPAT 

Deterjen biasanya terdiri dari surfaktan ionik dan anionik yang bekerja untuk membantu mengangkat kotoran dari busana, bahan pewangi, serta fosfor (yang membantu membuat pakaian menjadi lebih putih bersih). 


Pada deterjen bubuk, ada agen aktif yang mencegah penggumpalan bubuk pada udara lembap. Beberapa produk deterjen juga mengandung enzim yang bertindak sebagai katalis yang ‘memakan’ debu dan kotoran di pakaian Anda. 


Agar lebih praktis, kini deterjen banyak ditambahkan zat lain dalam detergen seperti pemutih dan pelembut pakaian. Jadi, Anda pun tak perlu lagi menambahkan produk pelembut pakaian dan pemutih pakaian untuk membantu menjaga pakaian putih tetap kinclong.  


Deterjen memang digunakan untuk merawat pakaian agar tetap bersih, wangi, dan terhindar dari noda membandel. Namun, jika dipakai secara berlebihan, kandungan aktif deterjen tentu dapat merusak pakaian. Ini artinya penggunaan produk tidak tepat sasaran dan membuat pengeluaran Anda jadi boros. 


Saat menggunakan deterjen, perhatikan beberapa hal berikut:


TENTUKAN TAKARAN DETERJEN YANG TEPAT 

Instruksi pada kemasan deterjen merkomendasikan takaran yang tepat untuk hasil optimal. Saran ini didasari dengan jumlah cucian standar (3kg). Meski demikian, kondisi ini bisa bervariasi tergantung kebutuhan setiap rumah tangga. 

(BACA JUGA: 4 Cara Ajarkan Anak Cuci Piring yang Fun)


Jumlah deterjen yang digunakan perlu disesuaikan dengan jenis kotoran, kondisi kekerasan air dan kapasitas mesin. Mesin cuci kapasitas kecil cenderung menggunakan air lebih sedikit dibanding dengan mesin cuci kapasitas besar. Dengan demikian, deterjen yang digunakan pun lebih sedikit.  


PILIH JENIS DETERJEN SESUAI KEPERLUAN ANDA 


Deterjen cair ditujukan untuk noda yang berminyak. Sebelum mencuci, oleskan sabun pada area pakaian yang berminyak, lalu rendam sebelum mencucinya. Harganya cenderung lebih mahal dibanding sabun bubuk dan sabun batangan. 


Deterjen bubuk cocok untuk membersihkan kotoran, debu, dan tanah. Deterjen jenis ini lebih sering digunakan oleh rumah tangga. 


Sedangkan deterjen batangan adalah sabun yang digunakan untuk menangani pakaian yang benar-benar kotor. Formula produk dalam sabun batangan cenderung lebih keras. Tak heran jika kulit telapak tangan dapat terasa sangat kering setelah pemakaian.  


Kini, Anda pun dapat menemukan ecoball yang hanya dapat digunakan untuk mencuci menggunakan mesin. Produk ini tidak mengandung bahan kimia sehingga aman digunakan untuk mencuci pakaian bayi dan ramah lingkungan. 


HINDARI PENGGUNAAN DETERJEN TERLALU BANYAK

Terlalu banyak menggunakan deterjen dalam proses mencuci pakaian dapat menghasilkan residu pada pakaian yang dicuci. Residu atau endapan sisa deterjen ini justru akan mudah ‘menarik’ debu ke pakaian.  


Daripada membubuhkan atau menuang deterjen terlalu banyak ke mesin cuci, sebaiknya bersihkan pakaian yang benar-benar kotor secara manual terlebih dahulu. Anda dapat mengucek, menyikat, dan merendam pakaian yang bernoda hingga pudar sebelum mencuci di mesin cuci.  


(Anggia Hapsari, foto: Unsplash.com/ Charles L, Rinso, Attack)