Ketiga inspirasi berhasil menggabungkan hunian dan playground dalam satu area (ruangan). 

Anak-anak membutuhkan ruangan bermain di usia 2-7 tahun. Lahan kecil dan area sempit pada hunian membuat gerak-geriknya terbatas. Sementara itu, gadget tak selalu baik untuk diandalkan menemani anak-anak. Mungkin tiga (3) cara yang dipakai oleh hunian ini bisa menjadi inspirasi Anda untuk menjawab masalah tersebut. Ketiganya menggabungkan area dalam rumah atau apartemen dengan area bermain untuk anak dengan tingkat kenyamanan dan keamanan yang tinggi. Memang bisa? Buktikan melalui ulasan berikut ini.


Cara & Inspirasi 1


Pemilik hunian ini memang ingin selalu dekat dengan buah hatinya. Mereka cukup memantau anak hanya melalui pandangan mata, karena area bermain di dalam ruang utama keluarga dibuat aman dan nyaman untuk buah hatinya. Area yang menggabungkan ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan area bermain tersebut dibiarkan tanpa sekat, diisi dengan parabotan yang ramah untuk anak, rumah-rumahan kecil, dan difasilitasi perosotan mini dari kayu. 



Cara & Inspirasi 2


Hunian ini disebut sebagai Lego Play Pond. Implementasi warna, visual desain, hingga furniture dibuat layaknya atribut permainan lego. Sofa bulat menjadi yang menyerupai kolam renang menjadi focal point dari hunian ini. Di sinilah area berkumpulnya keluarga sekaligus tempat bermain untuk anak. Pencahayaan yang baik membuat ruangan ini begitu hidup dan jauh dari kesan suram. 



Cara & Inspirasi 3


Pemanfaatan ruangan ke arah atas menjadi solusi terbaik bagi hunian yang sangat mungil. Apartemen ini mendesain area bermain tepat di atas tempat tidurnya. Area tersebut dibuat bertingkat tiga lantai, namun diberi pengaman jaring yang menjaga gerak anak tanpa rasa khawatir. Dengan posisi seperti ini, Anda tetap bisa beristirahat dengan tenang sambil membiarkan anak bermain sesuka mereka. 


(Saskia Damanik, Images: ArchDaily, Berbagai sumber)