×

Stay in The know

Career & Money

5 Tips Mengatur Keuangan Seorang Freelancer

5 Tips Mengatur Keuangan Seorang Freelancer
Anggia Hapsari

Sun, 1 December 2019 at 08.01

Paksakan diri Anda untuk menabung dan hindari budaya konsumtif. 

Durasi baca: 50 detik 


Disadari atau tidak, seiring dengan banyaknya bidang pekerjaan, kini banyak orang memilih untuk bekerja sebagai freelancer. Alasan karena tidak terikat waktu dan bayaran yang terkadang lebih memuaskan, merupakan pilihan utama mereka. 


Meski demikian, bekerja secara freelance juga bisa membuat seseorang khawatir dan tidak tenang. Hal ini karena sistem kerja yang tidak rutin membuat penghasilan yang Anda terima setiap bulan menjadi tidak teratur.  

(BACA JUGA: Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Negosiasi Gaji)


Itulah sebabnya, Anda perlu menyikapi keadaan keuangan dengan beberapa cara berikut: 


PILAH PILIH PEKERJAAN

Yang pertama kali harus Anda perhatikan adalah menjaga kestabilan penghasilan Anda. Pastikan Anda mempromosikan jasa Anda sebagai freelancer secara teratur. 


Promosi dari mulut ke mulut hingga mempromosikan diri di media sosial dapat menjadi salah satu cara. Jangan lupa untuk menyimpan hasil pekerjaan Anda dalam file CV yang baik.




Selain mencoba segala celah untuk mendapatkan penghasilan secara rutin, Anda pun harus cermat memilih pekerjaan yang akan diambil. 


Hitunglah waktu, biaya, tenaga, dan penghasilan yang diperoleh dari sebuah proyek. Tetapkan margin keuntungan yang dapat Anda peroleh, minimal 30 persen. Jika pengeluaran melebihi penghasilan, tentu sebaiknya Anda berpikir ulang untuk mengambil proyek tersebut.

(BACA JUGA: Pengelolaan Keuangan Ketat untuk Hidup Hemat)


DATA PENGELUARAN ANDA

Anda pun perlu mendata berbagai pengeluaran kebutuhan Anda. Pastikan Anda memprioritaskan kebutuhan primer terlebih dahulu. Setelah itu lanjutkan pada kebutuhan sekunder dan tersier. Hal ini sangatlah penting karena akan berpengaruh pada kondisi manajemen keuangan Anda. 


Yang tak kalah penting, pisahkan kebutuhan dan keinginan Anda. Masukkan daftar kebutuhan dalam daftar Anda karena inilah yang perlu diprioritaskan, bukan keinginan Anda. 


Misalnya, saat membeli tas baru. Tanyakan pada diri Anda sendiri. Apakah Anda membutuhkan sepatu tersebut karena sepatu sebelumnya sudah usang? Atau apakah Anda ingin membeli sepatu tersebut karena Anda belum punya sepatu model baru dengan warna serupa? 


CATATLAH PENGHASILAN DAN PENGELUARAN ANDA

Kas keuangan terdiri dari 2 aspek yaitu pendapatan dan pengeluaran. Bagi seorang freelancer, pendapatan merupakan penghasilan yang Anda terima dari pekerjaan lepas waktu. Bukan gaji. 


Seorang freelancer memerlukan laporan mendetail mengenai pendapatannya. Cantumkan jenis proyek serta tanggal pengerjaannya, kemudian tanggal pembayaran serta nominal yang diterima.


Jangan lupa untuk mencatat secara detail pengeluaran yang Anda lakukan setiap hari. Dari laporan pemasukan dan pengeluaran ini, Anda dapat memperkirakan jumlah anggaran bulanan Anda di awal bulan.


Setelah melakukan proyeksi anggaran, aturlah pengeluaran harian Anda sehemat mungkin sesuai dengan pengaturan anggaran yang telah Anda susun. Bahkan jika perlu, aturlah pengeluaran Anda lebih rendah dari anggaran yang telah Anda cantumkan. 


DISIPLIN MEMBUAT ANGGARAN 

Salah satu hal terpenting untuk menjaga keuangan tetap stabil adalah dengan membuat daftar anggaran pengeluaran. Dengan membuat daftar pengeluaran, Anda bisa menghindari pengeluaran yang tidak penting.


Namun, bila Anda tidak disiplin dalam membuat anggaran pengeluaran, Anda harus bersiap dengan kemungkinan krisis keuangan.  


RAJIN MENABUNG 



Meskipun Anda bekerja secara freelance, bukan berarti Anda tidak perlu menabung. Justru karena Anda bekerja sebagai freelancer, jumlah tabungan harus lebih banyak. Dengan banyak menabung, Anda akan lebih tenang di kemudian hari dan juga bisa digunakan bila ada pengeluaran darurat.  


Pola hidup konsumtif  harus segera dihentikan bila Anda memutuskan untuk menjadi freelancer. Dengan jumlah gaji yang tidak menentu, sebaiknya Anda harus menerapkan gaya hidup hemat dan sederhana.  

(Anggia Hapsari, foto: unsplash.com/ Christiann Koepke/ Sharon Mccutcheon)


You Might Also LIke