Stay in The know

Career & Money

Tips Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan Sejak Dini

Tips Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan Sejak Dini

Agar si Kecil mudah paham, ajarkan konsep keuangan sambil bermain dan beri pengalaman padanya. 

Durasi baca: 1 menit


Mengajarkan anak tentang konsep keuangan perlu diajarkan sejak dini. Hal ini berguna agar mereka dapat mengerti dan menghargai uang sehingga tidak menjadi pribadi yang boros. Tak perlu menunggu usia anak mencapai 10 tahun, Bu! Anda bisa mengajarkan tentang konsep keuangan sejak dini dengan memberikan contoh yang paling sederhana. 

(BACA JUGA: 5 Cara Mudah Mengajari Anak Menabung Sejak Dini)



Jayne A. Peral, penulis buku Kids and Money: Giving Them teh Savvy to Succeed Fnancially menyatakan bahwa mengajarkan anak tentang konsep uang dalam kegiatan sehari-hari sangatlah sederhana. Mulailah dari perjalanan ke bank untuk menabung atau ke ATM untuk menarik uang sambil menciptakan percakapan mengenai dari mana seseorang dapat memperoleh uang.


Lebih lanjut, beberapa cara berikut dapat Anda terapkan:

PROSES MENDAPATKAN UANG

Ajarkan dari mana seseorang dapat memperoleh uang. Jelaskan pada si Kecil jika seseorang dapat memperoleh uang dari bekerja. Waktu yang terbaik untuk menjelaskan tentang hal ini adalah saat anak sudah bisa minta mainan. 


Anda bisa mencoba memberikan anak ‘pekerjaan’ dan ‘gaji’ sebagai simulasi tentang bagaimana mendapatkan uang. Biarkan si Kecil membantu Anda membereskan mainan, lalu berikan gaji padanya untuk ditabung. Jika uang tabungannya sudah cukup, si Kecil dapat membeli mainan.


LAKUKAN SAMBIL BERMAIN

Konsep keuangan dapat dilakukan dengan beberapa permainan seperti bermain jual beli di rumah atau bahkan menemani Anda saat bermain monopoli. Buatlah uang-uangan yang terbuat dari kertas yang membuat permainan terasa makin menyenangkan. 



BERI PENGALAMAN BERBELANJA

Anak-anak dapat diajarkan konsep keuangan dengan mengajaknya ke toko bersama Anda. Berikan sejumlah uang padanya untuk membeli makanan atau minuman. Biarkan si Kecil melakukan proses transaksi pembayaran ke kasir dan menerima uang kembaliannya. Dengan cara ini anak dapat mengetahui proses transaksi jual beli. 


PERBOLEHKAN ANAK MENGHABISKAN UANGNYA

Sesekali biarkan anak menghabiskan uang yang dimiliki untuk sesuatu yang merugikan sekalipun. Dengan membiarkan hal tersebut, anak akan mempunyai pengalaman belajar jika uangnya habis dan tidak ada lagi yang tersisa. 


Anak akan lebih menghargai uang dan berpikir cerdik menggunakan uang untuk hal yang paling penting. Dengan demikian anak akan belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dalam menggunakan uang.


AJARKAN MENABUNG 

Hal yang tidak kalah penting adalah ajarkan anak tentang menabung dan beramal. Anda bisa menggunakan toples atau celengan sebagai tempat menabung. Selain itu, ajarakan anak untuk menyisihkan beberapa uang untuk beramal. 

(BACA JUGA: 5 Cara ini Bisa Memaksa Anda untuk Menabung Demi Masa Depan)



Saat anak sudah belajar untuk membagi porsi antara pengeluaran, tabungan, dan uang untuk berbagi kepada orang lain. Ajarkan anak mengingat dan bagaimana menghabiskan uang pengeluarannya dengan baik. Beritahu bahwa jika ia tidak mengatur ke mana uang tersebut dihabiskan, maka uang itu akan habis secara sia-sia



(Anggia Hapsari, foto: Pexels.com/ Suzy Hazelwood/ Rawpixel)

Author:

You Might Also LIke