Tips ini bisa memengaruhi bagaimana cara ia mengatur finansialnya di masa depan.


Mengajarkan anak tentang konsep keuangan perlu diajarkan sejak dini. Hal ini berguna agar mereka dapat mengerti dan menghargai uang sehingga tidak menjadi pribadi yang boros. Tak perlu menunggu usia anak mencapai 10 tahun, Moms!


Kamu bisa mengajarkan tentang konsep keuangan sejak dini dengan memberikan contoh yang paling sederhana. Jayne A. Peral, penulis buku 'Kids and Money: Giving Them teh Savvy to Succeed Fnancially' menyatakan bahwa mengajarkan anak tentang konsep uang dalam kegiatan sehari-hari sangatlah sederhana.


Mulailah dari perjalanan ke bank untuk menabung atau ke ATM untuk menarik uang sambil menciptakan percakapan mengenai dari mana seseorang dapat memperoleh uang. Lebih lanjut, beberapa cara berikut bisa kamu terapkan:


PROSES MENDAPATKAN UANG

Ajarkan dari mana seseorang dapat memperoleh uang. Jelaskan pada si Kecil jika seseorang dapat memperoleh uang dari bekerja. Waktu yang terbaik untuk menjelaskan tentang hal ini adalah saat anak sudah bisa minta mainan.


Kamu bisa mencoba memberikan anak ‘pekerjaan’ dan ‘gaji’ sebagai simulasi tentang bagaimana mendapatkan uang. Biarkan si kecil membantu kamu membereskan mainan, lalu berikan gaji padanya untuk ditabung. Jika uang tabungannya sudah cukup, si Kecil dapat membeli mainan.


LAKUKAN SAMBIL BERMAIN

Konsep keuangan dapat dilakukan dengan beberapa permainan seperti bermain jual beli di rumah atau bahkan menemani kamu saat bermain monopoli. Buatlah uang-uangan yang terbuat dari kertas yang membuat permainan terasa makin menyenangkan.

(BACA JUGA: 5 Cara Mudah Mengajari Anak Menabung Sejak Dini)


BERI PENGALAMAN BERBELANJA

Anak-anak dapat diajarkan konsep keuangan dengan mengajaknya ke toko bersama. Berikan sejumlah uang padanya untuk membeli makanan atau minuman. Biarkan si kecil melakukan proses transaksi pembayaran ke kasir dan menerima uang kembaliannya. Lewat cara ini anak dapat mengetahui proses transaksi jual beli sekaligus cara mengelola keuangan.


PERBOLEHKAN ANAK MENGHABISKAN UANGNYA

Sesekali biarkan anak menghabiskan uang yang dimiliki untuk sesuatu yang merugikan sekalipun.  Melalui cara ini, anak akan mempunyai pengalaman belajar jika uangnya habis dan tidak ada lagi yang tersisa. 


Anak akan lebih menghargai uang dan berpikir cerdik menggunakan uang untuk hal yang paling penting. Kesimpulannya, anak akan belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dalam menggunakan uang.


AJARKAN MENABUNG 

Hal yang tidak kalah penting adalah ajarkan anak tentang menabung dan beramal. Kamu bisa menggunakan toples atau celengan sebagai tempat menabung. Selain itu, ajarakan anak untuk menyisihkan beberapa uang untuk beramal. 


Saat anak sudah belajar untuk membagi porsi antara pengeluaran, tabungan, dan uang untuk berbagi kepada orang lain. Ajarkan anak mengingat dan bagaimana menghabiskan uang pengeluarannya dengan baik.


Beritahu bahwa jika ia tidak mengatur ke mana uang tersebut dihabiskan, maka uang itu akan habis secara sia-sia.



(Foto: thestar.com)


(Anggia Hapsari/Andiasti Ajani, foto: gobankingrates.com)