Ibu rumah tangga tetap bisa menabung meski hanya mengandalkan pendapatan dari suami.

Menabung adalah salah satu langkah yang umum dilakukan oleh banyak orang dengan dasar berbagai tujuan. Mulai dari jaminan hari tua atau setelah pensiun, ingin pergi berlibur, untuk dana tidak terduga, dan lain-lain.


Bagaimana dengan Ibu rumah tangga yang bergantung pada pendapatan suami? Jawabannya, tetap bisa! Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan.


SISIHKAN UANG BELANJA

Ketika mendapat uang bulanan dari suami, kamu tentu harus menjadi sosok bendahara rumah tangga yang baik. Yakni, mengatur semua kebutuhan rumah tangga agar tercukupi selama satu bulan.


Seperti untuk keperluan belanja bulanan, bayar tagihan listrik, air, telepon jika ada, uang sekolah, gaji asisten rumah tangga jika ada dan sebagainya.  Bila masih ada sisanya, sisihkan sekitar 10% dari sisa uang tersebut untuk kamu tabung. 

IKUT ARISAN

Banyak Ibu rumah tangga terkadang ‘mati gaya’ karena selalu berdiam diri di rumah. Hindari dengan, ikut kegiatan bermanfaat di luar rumah. Seperti arisan dengan para tetangga atau Ibu Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Hasil arisan baik yang dikocok atau bergilir memiliki jumlah yang lumayan menggiurkan. Sehingga bila kamu mendapat rezeki dari arisan sebaiknya langsung tabung uang tersebut agar tidak terpakai.

PILIH TEMPAT BELANJA YANG TEPAT

Bila kamu ingin menabung lebih banyak, pergilah berbelanja ke tempat yang terjangkau. Seperti pasar tradisional atau supermarket tradisional seperti Naga, Tip Top, atau Fortuna.

Pajak barang yang dijual di supermarket tradisional tidak setinggi di supermarket modern lainnya. Sehingga kamu dapatmemenuhi semua kebutuhan rumah tangga, sekaligus menabung lebih banyak. 

Selain dua tempat tadi, kamu juga bisa membeli barang secara grosir di toko agen. Belanja grosir akan membuat harga barang menjadi lebih murah.




(Foto: feast-magazine.co.uk)

(Elizabeth Puspa/ Andiasti Ajani, foto: teddycleaning.com)