POTENSI DIRI TIDAK BERKEMBANG

Alasan ketiga ini biasanya ditandai dengan job desk atau pekerjaan yang itu-itu saja alias template. Setiap hari yang mereka lakukan bukanlah bekerja, tetapi lebih ke mengulang pekerjaan yang sudah mereka lakukan kemarin.


Kalau sudah begini, para pelakunya akan mengalami kebosanan dan etos kerjanya akan menurun secara otomatis. Plus, Anda pasti jadi sering mengeluh. Maka dari itu, bila Anda saat ini sedang terjebak dalam situasi dan kondisi seperti ini, sebaiknya mulai aktifkan lagi akun LinkedIn Anda. Siapa tahu, ada lowongan pekerjaan yang mungkin cocok dengan keinginan serta kemampuan Anda.


LINGKUNGAN KERJA TIDAK MENDUKUNG

Memang benar kata pepatah: kita tidak boleh terjebak di dalam zona nyaman. Karena kalau kita terjebak di dalam zona nyaman, kita jadi enggan mengeskplorasi diri. Tetapi sayangnya, zona nyaman terkadang penting di dalam ruang lingkup pekerjaan.


Bayangkan saja jika Anda bekerja dengan orang-orang yang terbukti membuat Anda tidak nyaman. Bagaimana rasanya? Malas dan kecewa sekali bukan? Belum lagi kalau ada geng di dalam tim Anda. Duh, sudah pasti sifat dan sikapnya akan kenak-kanakan serta tidak profesional.


Karena itu, tidak ada salahnya jika Anda resign dengan alasan ingin mencari perusahaan yang lingkungannya lebih nyaman. Tapi dengan syarat: pastikan dulu Anda berani menilai lingkungan kerja yang sekarang tidak nyaman, karena Anda merasa sudah mencoba untuk bergabung dan beradaptasi.


Karena jika Anda belum melakukan hal tersebut tetapi berani bilang kalau lingkungan kerja Anda yang sekarang tidak nyaman, maka permasalahannya bukan di lingkungan kerja Anda. Tetapi justru diri Anda sendiri.


TIDAK ADA WAKTU UNTUK DIRI SENDIRI

Hal terakhir yang terkadang menjadi pemicu orang memilih untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya adalah karena mereka harus bekerja selama 24x7 alias seminggu penuh! Ada saja gangguan dari kantor yang datang di saat Anda harusnya menikmati hari libur.


Kalau sudah begini, jangan berpikir dua kali untuk resign. Karena mau bagaimanapun Anda butuh waktu untuk istirahat. Kasarnya, kalau Anda meninggal dunia perusahaan bisa mencari pengganti Anda. Tetapi keluarga, sahabat, pasangan, mungkin anak-anak Anda, akan kehilangan Anda selamanya.



(Foto: unsplash.com/kevin bhagat)


(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/nesa by maker)