×

Stay in The know

Career & Money

Sukses Membangun Bisnisnya, Inilah Kiat Khusus dari Jessica Alba

Sukses Membangun Bisnisnya, Inilah Kiat Khusus dari Jessica Alba
Saskia Damanik

Thu, 14 April 2016 at 07.00

Tip sukses Jessica Alba ini bisa Anda tiru saat harus berbisnis sekaligus menjadi ibu bagi anak-anak. 

Mungkin nama Jessica Alba sudah tidak asing di dunia hiburan. Eksistensinya kini bergeser ke dunia bisnis. Tak salah kalau kita berpikir perjalanan Alba tidaklah terlalu sulit, mengingat nama besar yang disandang mampu menjadi ‘senjata’ yang memudahkan dirinya masuk ke dunia bisnis. 

Namun kenyataannya tidaklah demikian. Dikutip dari MyDomaine.com, Alba mengaku mendapat tantangan yang besar membesarkan dan menjalankan sebuah usaha. Belum lagi profesinya sebagai ibu rumah tangga dengan orang anak tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Fokusnya menjadi bercabang, walaupun memang profesi di dunia hiburan tidaklah dijalankan seaktif dulu lagi.

Alba kini sibuk mengurus bisnisnya yang sudah dibangun sejak 2011 silam yang bergerak di industri retail yang fokus menyediakan kebutuhan bayi, anak, dan keluarga. The Honest Company menjadi nama dari bisnisnya dan ia menjabat sebagai Co-Founder bersama dengan 3 rekan lainnya. 

Bisnisnya berkembang pesat. Dua tahun setelah berdiri, The Honest Company sudah mencapai penjualan lebih dari $50 Juta atau kurang lebih IDR 650 Miliar. Setahun kemudian meningkat hingga $170 juta dan hingga kini sudah meluas ke beberapa area dan sektor lainnya. 

Lalu, trik sukses apa yang dilakukan Alba ketika membangun bisnisnya tersebut? 




Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan

Bagi Alba kesejahteraan dan kemakmuran karyawannya menjadi poin utama yang harus ia perhatikan. Ia pun menyarankan para pebisnis lain melakukannya. Ia berpendapat jika penilaian baik-buruknya sebuah perusahaan atau bisnis bisa dilihat dari kondisi karyawannya. “The healthier and happier people are, and the more fulfilled they are, the better employees they're going to be. That's something I'm really proud of,” ungkap wanita berusia 34 tahun ini.


Turun Tangan dan Menyapa Konsumen

Jangan terlalu arogan dengan jabatan tinggi yang mungkin sudah dicapai. Meskipun sudah menjabat sebagai CEO perusahaan, Alba tetap berusaha menyapa dan melayani langsung para konsumen. Ia ingin turun langsung merasakan dan mengetahui keluhan apa yang dirasakan para konsumennya, termasuk untuk menggali masukan dari mereka. 

“We have up to 7000 touch points with our customers every day, through social media, live chat, and phone calls. We take all of the data our customer service reps pull in and look at the trends,” jelas istri dari Cash Warren ini. Dengan melakukan hal ini pebisnis pun dapat lebih mudah melakukan evaluasi dan tepat sasaran ke masalah dan solusinya.


Memperluas Networking & Terus Belajar 

Memperluas networking menjadi faktor yang sangat penting bagi seorang pebisnis, khususnya para entrepreneur muda (pemula). Alba menyarankan untuk jangan pernah malu bertanya dan mendengarkan opini orang lain, pakar, dan para senior. Selain itu, Alba juga mengemukakan agar pebisnis harus punya semacam pola ‘belum mengerti atau belum tahu apa-apa’ untuk memicu diri mencari tahu dan terus belajar sesuatu hal yang baru. 




Cerdas Mengatur Waktu

Menjalankan pekerjaan sebagai entrepreneur sekaligus sebagai istri dan ibu bukanlah hal yang mudah. Alba mengedepankan manajemen waktu yang cerdas. Lucunya, ia justru tidak ingin berusaha multitasking, karena Alba memilih untuk memprioritaskan pekerjaan yang dianggap lebih penting dahulu. Ia ingin semua sesuai porsinya, sehingga pebisnis tetap punya waktu untuk diri sendiri dan keluarga.

Alba mengaku menyediakan waktu khusus untuk anak-anaknya, terutama untuk urusan pendidikan agar anak tak merasa dikesampingkan. "What's important, I think, is compartmentalizing as much as you can and setting aside important times that matter to you," tambahnya.


Memaksimalkan Waktu Berlibur

Buat Alba kerja keras itu penting, namun jangan sampai tak memerhatikan kesehatan dan kebahagiaan diri sendiri. Alba selalu menyediakan waktu untuk istirahat dari kesibukannya untuk berlibur bersama keluarga. Alasannya simpel. Menurutnya bekerja bisa menimbulkan kejenuhan, karena itu liburan mampu ‘mengisi ulang’ semangat seseorang. 

"It's about not just cramming your schedule with work-related stuff, but also knowing it's just as important for you to feed yourself as a person," tutup wanita berdarah Amerika - Meksiko ini.

(Elizabeth Puspa/Saskia Damanik, Images: Berbagai sumber)

You Might Also LIke