Stay in The know

Career & Money

STRATEGI & INOVASI BISNIS CLOTHING RIA SARWONO

STRATEGI & INOVASI BISNIS CLOTHING RIA SARWONO


Fashion enthusiast tentunya mengenal nama COTTON INK sebagai local brand Indonesia yang sudah 7 tahun meramaikan industri mode tanah air. Salah satu pioner yang berada di belakangannya adalah Ria Sarwono yang berperan sebagai founder sekaligus Marketing Director untuk Cotton Ink.

Ide memulai bisnis berawal dari ajakkan Carline Darjanto, teman Ria sendiri yang kini menjadi Creative Director untuk Cotton Ink. Kalau Carline memilih jalur dunia fashion, jelas karena memiliki bakat mendesain busana dan latar belakang pendidikan fashion design. Bagaimana dengan Ria? “Saya menyukai dunia fashion, tapi tidak mengebu-gebu. Setelah mulai merambah bisnis ini justru kecintaan pada dunia fashion makin bertambah,” ujar Ria.


Berawal dari 1 Juta Rupiah 

Terlahir dan besar di dalam keluarga wirausahawan memberikan banyak pelajaran bagi Ria untuk bisa menjalankan bisnis dengan baik. “Saya pun tidak belajar bisnis secara khusus. Learning by doing, itulah yang saya dan partner lakukan. Secara kebetulan ayah kami adalah wiraswasta (pengusaha). Kami belajar tentang bisnis dari mereka.”

Memulai bisnisnya tahun 2008 di usia yang sangat terbilang muda—21 tahun—dan hanya bermodalkan IDR 1.000.000 saja, tentu ini menjadi hal yang membanggakan jika melihat kesuksesan yang sudah CottonInk raih sampai saat ini.

Ria pun tak menampik kalau modal (uang) itu penting, “Untuk bisnis konvensional tentu saja faktor modal menjadi hal yang sangat penting, tapi kami adalah generasi baru yang mengedepankan efisiensi. Modal bagi kami bukan hanya uang, bisa berupa pengetahuan, relasi, bahkan selera fashion.”

Mengingat modal yang minim, bisnis online dipilih dijajaki CottonInk karena faktor efisiensi dan penghematan. “Pertama kali CottonInk hanya menjual Obama printed t-shirt melalui facebook dan blogspot. Saat itu pun dunia bisnis online belum semarak seperti sekarang. Dari awal pun hanya kami berdua yang bekerja, mulai dari produksi hingga masalah shipping,” lanjut Ria.


Hadapi Masalah Dengan Positif

“Koneksi internet yang buruk! Hahaha...” jawab Ria spontan dengan nada canda kepada Glitz Media ketika ditanya kendala yang dialami ketika menjalankan bisnis. 

Tak lama, Ria pun menjelaskan, “Sebenarnya kesulitan kami (biasanya) lebih kepada masalah produksi. Sulit mencari manufacturer yang mengerti standar kami. Kami tak pernah menyerah, karena selalu yakin akan menemukan yang cocok. Masalah selalu ada saja, tapi kami berpikir postif bahwa semua masalah pasti bisa dipecahkan.”




Pentingnya Inovasi & Strategi 

Sadar bahwa dunia retail semakin marak dan pesat—terutama online shopping—membuat CottonInk harus bisa bersaing dengan cara ketat tapi sehat. Ria dituntut harus selalu berinovasi dan memutar otak agar CottonInk tak tertinggal. 

“Kami mengedepankan brand awareness dan strategi marketing. Kami membangun social media community melalui hastag #youxcottonink.  Kami juga melakukan pembaharuan dan inovasi, seperti meluncurkan new arrivals seminggu sekali dengan variasi produk 4 kali lebih banyak dari kompetitor kami. Kami yakin bisa berkompetisi dengan baik.”

Saat ini CottonInk terus mengalami kemajuan dan telah mendapat banyak penghargaan, seperti Most Favorite Brand di Brightspot Market dan The Most Innovative Brand di acara Cleo Fashion Award (Jakarta Fashion Week).

Begitu banyak planning ke depan yang Ria dan partner lakukan demi perkembangan CottonInk yang lebih baik. Salah satunya, nih, CottonInk ingin meluncurkan upper line-nya dalam waktu dekat di tahun 2015 ini dengan nama cottoninkstudio. Yang paling baru, CottonInk telah membuka showroom-nya di daerah Kemang Timur, Jakarta Selatan. 

Kreativitas dan strategi akan selalu menjadi PR untuk para entrepreneur. Tip dan trik Ria Sarwono dan CottonInk ini sangat berguna dan inspiratif.   

(Kissy Aprilia, Image: Dok. Pribadi Ria Sarwono dan CottonInk)

Author:

You Might Also LIke