Stay in The know

Career & Money

Sering Bekerja Lembur? Mungkin Anda Melakukan 6 Kesalahan Ini

Sering Bekerja Lembur? Mungkin Anda Melakukan 6 Kesalahan Ini

Ini enam alasannya mengapa Anda sering pulang terlambat dari kantor.

Bekerja hingga larut malam alias lembur seringkali terjadi pada para pekerja. Alasannya bukan lagi karena meeting mendadak di akhir jam kantor, melainkan menumpuknya pekerjaan yang harus diselesaikan akibat kesalahan Anda sendiri. 

Beberapa beranggapan bahwa kerja lembur berarti punya dedikasi tinggi pada pekerjaan. Namun kenyataan tak selalu seperti itu. Lembur menjadi salah satu indikasi kalau Anda tak bisa bekerja secara efektif. Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian berjudul "Effects of Scheduled Overtime on Labor Productivity" yang dilakukan oleh H. Randolph Thomas pada tahun 1992, yang menyatakan bahwa kerja lembur berakibat pada penurunan produktivitas tenaga kerja.

Lalu, kesalahan seperti apa yang biasa dilakukan dan menyebabkan Anda seringkali lembur? Mungkin, salah satunya ada pada rangkuman GLITZMEDIA.CO berikut ini, Glitzy.


Datang Terlambat

Banyak keuntungan yang bisa didapatkan jika Anda datang ke kantor lebih pagi. (BACA: Inilah 6 Keuntungan Bagi Anda Yang Datang Lebih Awal ke Kantor)Saat datang terlambat atau bahkan di menit terakhir, peluang Anda untuk lembur justru semakin besar. Umumnya Anda tidak akan langsung bekerja karena membutuhkan waktu untuk mengumpulkan konsentrasi. Pikiran yang belum siap pun berpontensi membuahkan hasil kerja yang kurang optimal. Akibatnya Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan.

Tip: Datanglah 30 menit sebelum Anda bekerja efektif sehingga memiliki waktu untuk menyiapkan otak dan menyusun deadline pribadi di hari tersebut. 


Kurangnya Manajemen Kerja

Anda hanya tahu apa yang harus dikerjakan, namun tidak mengatur pekerjaan berdasarkan prioritas. Ini salah satu tanda bahwa pengaturan kerja yang Anda lakukan buruk. Tak heran jika pekerjaan menumpuk dan memperbesar peluang Anda melakukan kesalahan. Akibatnya, atasan meminta Anda membenahi hasil kerja hingga alur pekerjaan terganggu dan Anda harus kerja melewati jam pulang kantor. 

Tip: Atur pola kerja dengan menyocokkan antara tingkat kesulitan dengan batas waktu pengerjaan, sehingga Anda mengetahui mana yang harus diprioritaskan.




Selalu Menerima Pekerjaan

Tanpa memikirkan kesanggupan, Anda selalu mengatakan “ya” pada atasan saat diminta menyelesaikan sebuah pekerjaan. Padahal, seringkali atasan memberikan tugas yang tidak sesuai dengan tanggung jawab Anda atau pun terlalu dekat dengan deadline. 

Menurut Brad Worthley, seorang konsultan bisnis dan manajemen asal Amerika Serikat sekaligus founder dari Bradworthley.com, seseorang yang bekerja lembur seringkali memiliki harga diri yang rendah sehingga bekerja terlalu keras dengan banyaknya beban pekerjaan.  Batas waktu dan kemampuan yang tidak sesuai ini menyebabkan Anda terpaksa lembur.

Tip: Menolak bukan berarti menyerah, melainkan mengetahui kemampuan serta hak dan kewajiban sebagai pekerja. Komunikasikan kembali beban kerja pada atasan.


Mencoba Menjadi “Pahlawan”

Anda ingin terlihat stand out dengan membantu seluruh anggota tim. Hal ini dilakukan demi mendapatkan reputasi baik dan tentunya promosi dari atasan. Worthley menyampaikan bahwa orang yang sering lembur biasanya merupakan sosok yang ingin dicintai dan dihormati rekan kerja lainnya, sehingga berupaya meringankan pekerjaan orang lain. 

Sayangnya, dengan mengambil pekerjaan orang lain, Anda justru menghilangkan kesempatan orang lain untuk belajar. Waktu Anda pun menjadi tersita di kantor dan mengorbankan keluarga yang membutuhkan kehadiran Anda bersama mereka.

Tip: Kerja tim artinya setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Tak ada salahnya memberikan saran dan masukan, namun bukan berarti Anda ikut mengerjakan tanggung jawabnya.


Takut Bertanya

Biasanya, hal ini dialami oleh Anda yang baru memasuki dunia kerja. Karena ingin membuat atasan terkesan, Anda mencoba menyelesaikan semua pekerjaan yang diberikan tanpa bertanya saat mengalami kesulitan. Akibatnya, Anda selalu berusaha untuk mencari penyelesaiannya secara pribadi meskipun sama sekali tak ada petunjuk. Keragu-raguan tersebut membuat kerja menjadi tidak efektif.

Tip: Pepatah “malu bertanya sesat di jalan” nampaknya berlaku dalam segala situasi. Memang, Anda tetap perlu berusaha mencari tahu, namun tak ada salahnya bertanya saat Anda tidak memiliki pengetahuan tentang beban kerja tersebut.




Menunda Pekerjaan

Tidak ada keuntungannya dari menunda pekerjaan. Jika memang memiliki batas waktu atau deadline yang masih panjang, cicil pekerjaan tersebut alih-alih menundanya. Ini merupakan salah satu cara untuk bekerja secara optimal. Banyak alasan mengapa seseorang menunda pekerjaan, mulai dari rasa malas, deadline panjang, bahkan merasa tidak dapat berkonsentrasi atau suasana hati yang kurang baik.

Tip: Pekerjaan adalah tanggung jawab sehingga harus dikerjakan dengan hasil yang baik dan tepat waktu. Alih-alih membebankan diri dengan lembur, kerjakanlah tugas Anda sesegera mungkin di jam kerja tanpa menundanya. Jika Anda tipe yang bekerja saat suasana hati baik (good mood), jangan menunggunya datang melainkan menciptakannya.

(Shilla Dipo, Images: Corbis)

Author:

You Might Also LIke