Jika Anda pergi ke toko buku, banyak sekali buku-buku untuk latihan psikotes. Padahal, menurut Esti Wijayanthi, S. Psi., untuk mengerjakan psikotes tak perlu ada pembelajaran khusus. 

“Jika ingin tes (psikotes) besok pagi, maka calon yang diuji tak boleh stres, tidak boleh tidur larut malam, dan harus sarapan terlebih dahulu. Intinya adalah memersiapkan diri untuk berkonsentrasi dalam jangka waktu yang cukup lama,” ucapnya pada GLITZMEDIA.CO.

Perlu digaris bawahi, psikotes dalam hal ini adalah tes kepribadian atau tes IQ. Tes ini berbeda dengan tes pengetahuan umum atau tes pengetahuan akademik. Seringkali, perusahaan menggabungkan kedua hal tersebut yang membuat calon karyawan menganggap kedua hal tersebut sama.

Kembali pada psikotes. Psikotes sering menjadi bayang-bayang bagi para pelamar kerja. Sebagian mengatakan, psikotes hanyalah formalitas belaka dan tak memengaruhi keputusan perusahaan untuk menerima atau menolak calon pegawai. Sebagian lagi berkata, psikotes menjadi kunci awal untuk diterima atau tidaknya calon pegawai. Sebenarnya, seberapa besar dan pentingkah hasil psikotes? Apa sebetulnya fungsi melakukan tes psikologi pada calon pegawai?

Untuk mengupas tuntas jawaban dari pertanyaan tersebut, GLITZMEDIA.CO pun menanyakan hal tersebut pada CEO PT. Esti Psynindra Utama, perusahaan jasa biro konsultasi psikologi, Esti Wijayanthi, S.Psi., dan HRD Manager TechAd Group, Ardhana Suryoputeri, S.Psi. 

Kedua sisi ini dibutuhkan karena seringnya terjadi perbedaan antara pandangan perusahaan dan biro konsultasi psikologi. Bukan tak mungkin Anda menemukan adanya perusahaan yang tidak menggunakan psikotes sebagai rangkaian tes masuk, ada pula yang menjadikannya urutan pertama saat seleksi calon pegawai. Mengungkap hal tersebut, inilah pemaparan jelasnya.

BACA JUGA: 5 ALASAN MENGAPA TES BAKAT DAN KEPRIBADIAN PERLU DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN


Versi Perusahaan

Dari sisi perusahaan, Ardhana Suryoputeri, S.Psi., mengungkapkan jika psikotes tetap diperlukan oleh perusahaan meskipun bukan sebagai yang utama. “Penting tapi bukan mutlak. Artinya, psikotes atau tes IQ digunakan perusahaan untuk menjadi pendukung dalam proses seleksi. Karena seperti yang kita tahu, rangkaian tes dalam penerimaan calon karyawan tak hanya berdasarkan tes IQ namun job test, wawancara, dan sebagainya,” kata wanita yang akrab dipanggil Dhana ini.

Menurutnya, melalui psikotes perusahaan dapat melihat apakah calon pegawai ini memiliki kriteria kepribadian yang dibutuhkan oleh posisi tertentu. Misalkan, untuk posisi sales maka seseorang perlu memiliki kepercayaan diri yang kuat, tidak pemalu, mudah bersosialisasi, dan sebagainya. Dari psikotes inilah perusahaan dapat menilai hal tersebut.

“Dari psikotes pula, kami (perusahaan) dapat mengetahui apakah calon karyawan memiliki penyakit tertentu seperti penyakit psikologis hingga epilepsi,” tutur Dhana pada GLITZMEDIA.CO.


Versi Biro Konsultasi Psikologi

“Saya paling tidak setuju jika ada yang meremehkan psikotes. Soalnya, ini justru menjadi dasar perusahaan untuk melihat kualitas dan kemampuan seseorang secara jujur, bukan dibuat-buat. Memang, wawancara, job test, dan tes lainnya tak kalah pentin, namun psikotes melengkapi secara keseluruhan,” ucap Esti Wijayanthi, S.Psi. Menurutnya, jika menyingkirkan proses psikotes, calon pegawai bisa saja membentuk citra diri tertentu yang tidak sesuai dengan kepribadian aslinya.

“Jangankan hanya wawancara, saat tes kepribadian saja banyak calon karyawan yang berusaha membentuk citra diri tertentu. Namun, untuk mengetahui hasil psikotes dari peserta bisa diuji melalui berbagai tes, sehingga akan ketahuan pribadi asli dari orang tersebut. Ini mengapa bagi saya, psikotes tetap dibutuhkan oleh perusahaan dalam menyeleksi calon karyawan,” papar wanita yang biasa dipanggil Esti ini.

Untuk itu, ia mengungkapkan bahwa calon karyawan harus mengerjakan psikotes sebenar-benarnya. “Jadilah diri sendiri dan kerjakan dengan penuh konsentrasi. Sarapan, tidur cukup, jangan stres, dan jangan pula menyepelekan tes ini karena akan memengaruhi hasil akhirnya,” tutup Esti.

(Shilla Dipo, Images: Corbis)