Sering mendapati sms atau telepon yang menawarkan pinjaman tunai atau KTA (Kredit Tanpa Agunan)? Tak salah jika Anda tergoda untuk melakukan pinjaman kepada bank di kondisi darurat. Ya, melakukan pinjaman dana tunai pada bank bukanlah hal yang menakutkan. Jika Anda tepat melakukan strategi, masalah keuangan Anda akan terbantu dengan cepat dan pasti. 

Namun, hal ini hanya berlaku jika Anda memang sudah mengetahui cara yang jitu untuk memanfaatkan produk peminjaman tersebut. Jika tidak, bisa-bisa Anda malah terlilit hutang berkepanjangan dan berpendapat bahwa semua produk jasa peminjaman adalah buruk. Hmm, it is not wise enough, is it?

Karena itu, Glitz Media membantu memberikan informasi apa saja yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan peminjaman. Baca info lengkapnya di sini.


Hitung Pendapatan Anda

Jangan sampai Anda mengalami nasib seperti pepatah “besar pasak daripada tiang”, karena itu sebelum melakukan pinjaman sebaiknya Anda memerhatikan sumber dan jumlah pendapatan Anda. Pastikan Anda memiliki sumber pendapatan berkala yang pasti, yang menjamin Anda bisa membayar tagihan nantinya.

Selanjutnya, pastikan jumlah total tagihan yang harus Anda bayar perbulannya, termasuk jumlah tagihan maksimal yang harus dibayarkan per bulannya. Batas aman tagihan adalah sebesar sepertiga atau sekitar 35% pendapatan—itupun jika Anda tak memiliki pinjaman lainnya. Hal ini akan menghindari Anda kemacetan membayar tagihan di tengah jalan. 


Hitung Jumlah Pinjaman Anda

Apakah Anda memiliki tagihan bulanan lainnya? Berapa kartu kredit yang Anda miliki? Penting sekali mengetahui berapa jumlah pengeluaran per bulan untuk membayar tagihan yang ada. 

Misalnya Anda memiliki gaji sebesar IDR 30 Juta per bulan, artinya jumlah maksimal seluruh tagihan per bulan sekitar IDR 10 Juta. Jika Anda sudah ada tagihan cicilan kendaraan sebesar IDR 4 Juta setiap bulannya, maka jumlah tagihan maksimal Anda untuk peminjaman berikutnya adalah IDR 6 Juta. Semua harus berada pada porsinya—jangan melebihi batas.


Perhatikan Reputasi Bank

Hampir seluruh bank yang ada di Indonesia menyediakan fasilitas pinjaman tunai. Namun, tetap saja Anda harus memerhatikan reputasi dari bank tersebut agar Anda tidak merasa tertipu oleh jasa pelayanannya dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Selain itu, perhatikan pula rasio kredit yang diberikan oleh bank tersebut. Beberapa bank ada yang memberikan kemudahan pinjaman sebesar 40% dari pendapatan. Jangan mudah tergoda, karena tak menutup kemungkinan bunga yang diberikan pun lebih tinggi. 


Suku Bunga Bank

Jangan tertipu dengan persyaratan yang mudah. Anda perlu memerhatikan suku bunga yang dibebankan sebelum benar-benar melakukan pinjaman. Mungkin juga merepotkan jika harus mencari informasi secara terpisah. Tak perlu khawatir, karena kini Anda dimudahkan dengan beberapa website yang berperan sebagai credit aggregators, seperti HaloMoney.co.id, KreditGoGo.com, ataupun CekAja.com. 

Dalam website tersebut, Anda cukup memasukkan jumlah pinjaman yang ingin Anda ajukan dan jangka waktu yang diinginkan. Website tersebut akan langsung memberikan informasi dari banyak penyedia jasa peminjaman agar Anda dapat menbandingkan satu sama lain.


Sistem Pembayaran

Selanjutnya, perhatikan sistem pembayaran tagihan secara detail untuk memudahkan hidup Anda. Mulai dari tanggal jatuh tempo pembayaran, tenggang waktu, hingga bunga (denda) yang dibebankan jika mengalami keterlambatan pembayaran tagihan per bulannya. 

Jika Anda meminjam uang di bank yang sama dengan rekening tabungan yang Anda miliki, secara otomatis bank akan melakukan pemotongan tagihan (auto debet). Ketahui sejak dini resiko yang mungkin terjadi apabila Anda melakukan pinjaman.


Komitmen

Ini adalah poin terpenting yang tak boleh Anda sepelekan. Banyak sekali nasabah (peminjam dana) yang tak berkomitmen kuat sehingga terjerumus dalam lilitan hutang. Anda harus kenali persis kebutuhan dan tujuan melakukan pinjaman—melanjutkan pendidikan, pernikahan, renovasi rumah, atau biaya rumah sakit. Jangan salah gunakan pinjaman tunai untuk kebutuhan yang tidak memiliki urgensi tinggi. Dana yang Anda pinjam dan habiskan tersebut adalah pinjaman yang harus dipertanggungjawabkan. 

(Shilla Dipo, Images: Corbis)