Ingin mulai berbisnis makanan? Simak beberapa hal penting yang ditemukan oleh Emerson’s Commercial & Residential Solutions ini.

Durasi baca: 55 detik

Kondisi pandemi corona COVID-19 yang diikuti dengan penerapan physical distancing memunculkan perilaku konsumen baru. Hal ini mendorong berbagai industri, termasul retail, untuk cepat beradaptasi dan melakukan berbagai penyesuaian.


Setidaknya, hal ini diungkapkan dalam laporan terbaru Emerson’s Commercial & Residential Solutions. Survei Emerson dalam “Laporan Riset Pasar: Survei Konsumen Rantai Pendingin selama COVID-19,” mengumpulkan tanggapan dari 604 pria dan wanita dewasa berusia 20-60 tahun di Indonesia, Australia, Cina, India, Filipina, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Thailand dan Uni Emirat Arab.


Apa saja jawaban menarik dari hasil survey yang telah dilakukan oleh perusahaan teknologi dan teknik global yang menyediakan solusi inovatif bagi pelanggan di industri, komersial, dan pasar hunian tersebut? Ini dia:

(BACA JUGA: 5 Makanan Indonesia yang Disukai Dunia)



KUALITAS MAKANAN YANG DIKONSUMSI LEBH DIUTAMAKAN

Yang menarik, hasil survei tersebut mengungkap bahwa, dibandingkan sebelum pandemi terjadi, saat ini konsumen lebih mementingkan kualitas bahan makanan yang aman untuk dikonsumsi, lingkungan belanja yang higienis, serta kualitas alat pendingin, daripada harga yang lebih ekonomis.


Selain itu, sebanyak 72% responden berencana untuk kembali berbelanja di pasar tradisional, supermarket, hypermarket, setelah pembatasan sosial COVID-19 dihapus, namun tetap mengharapkan kualitas dan kesegaran makanan yang terjamin.


HARAPAN KONSUMEN TERHADAP STANDAR KEAMANAN SUPERMARKET HINGGA PASAR TRADISIONAL

Mayoritas responden survei percaya bahwa supermarket (82%) dan pasar tradisional (71%) telah meningkatkan metode dan standar mereka dalam memastikan keamanan dan kualitas pangan. Konsumen semakin berharap industri makanan mematuhi protokol keselamatan dan kesehatan (20%), menjaga kebersihan toko (20%), serta menjual makanan yang berkualitas, higienis, dan segar (15%).

(BACA JUGA: 8 Akun Instagram yang Menjual Kosmetik Terpercaya REkomendasi GLITZMEDIA.CO)


KONSUMEN LEBIH BETAH MASAK DAN MAKAN DI RUMAH

Dalam mengonsumsi makanan, banyak orang yang lebih nyaman untuk makan di rumah dibanding di luar rumah. Rata-rata, 47% responden mengatakan mereka akan memilih untuk tetap memasak dan makan di rumah, bahkan ketika pembatasan sosial telah dilonggarkan.


Bahkan, mayoritas responden di Afrika Selatan (84%), India (77%), Filipina (72%), Australia (61%) dan Indonesia (60%) cenderung memilih untuk makan di rumah daripada di rumah makan.


KONSUMEN LEBIH BANYAK BERBELANJA BAHAN MAKANAN SECARA DARING

Beberapa pasar utama di Asia melihat pertumbuhan pesat dari sektor e-commerce yang menjual makanan segar. China menempati urutan pertama dengan 88% responden memilih untuk memesan makanan segar dari toko daring atau melalui aplikasi seluler, diikuti oleh Korea Selatan (63%), India (61%), dan Indonesia sebesar 60%.


Bahkan setelah pembatasan dilonggarkan, 52% responden di India dan 50% responden di China mengatakan mereka akan terus membeli makanan segar secara daring.

(BACA JUGA: Tips Bisnis Fashion Penting untuk Pemula)



Hmm...perubahan perilaku konsumen di atas tentu menjadi informasi baru bagi Anda yang berniat untuk memulai bisnis makanan terutama di ritel e-commerce makanan. Anda juga perlu memerhatikan kebutuhan sistem rantai pendingin yang canggih, didukung oleh teknologi terbaru yang terintegrasi, untuk memasok makanan segar dan berkualitas, sehingga membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.

(Agnes Priscilla, foto: Unsplash.com/ Eduardo Soares)