Mengapa harus dihindari? Baca penjelasannya di sini! 

Durasi baca: 55 detik.


Pernahkah Anda mendengar istilah monkey business? Monkey business atau bisnis monyet, adalah sebuah gaya bisnis yang termasuk ke dalam kategori bisnis kotor alias dirty business. Disebut sebagai monkey business, karena cara berbisnis yang dilakukan mirip seperti ulah monyet ketika mencuri barang atau makanan dari seseorang.


Jika Anda perhatikan, ketika monyet berhasil mencuri barang atau makanan, ia pasti akan langsung lari menjauh dari Anda. Jangankan berharap barang atau makanan Anda kembali. Bertemu lagi dengan monyet yang mencuri saja belum tentu bisa.


Teori ini kemudian diterapkan juga dalam dunia bisnis, dan dikenal dengan nama monkey business. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa monkey business termasuk ke dalam kategori dirty business atau bisnis kotor.


Karena pelakunya, akan berusaha menghalalkan segala cara (termasuk menipu) untuk mendapat keuntungan, meskipun ia harus merugikan orang lain.

(BACA JUGA: 5 Hal yang Menjadi Tanda Saatnya Resign dari Kantor) 



(Foto: medium.com)

Ibarat peribahasa, monkey business bisa digambarkan sebagai “Menari-nari di atas penderitaan orang lain”. Contoh dari monkey business sendiri beragam. Mulai dari arisan bodong, sampai penjual-penjual kaget yang mendadak berbisnis guna meraih keuntungan yang tidak baik.


Misalnya, ketika pemerintah merilis uang IDR 75 ribu. Ada beberapa oknum yang memanfaatkan uang tersebut, untuk meraup keuntungan fantastis. Uang seharga IDR 75 ribu itu ia jual lagi dengan harga puluhan bahkan ratusan kali lipat.


Pada dasarnya semua pelaku bisnis pasti mencari keuntungan dari apa yang ia lakukan. Tetapi, sangat tidak pantas jika keuntungan yang mereka raih merupakan hasil dari menipu atau merugikan orang lain.


(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/ahmed zayan)