Stay in The know

Career & Money

Langkah Tepat Menjaga Profesionalisme Jika Sekantor Dengan Keluarga atau Saudara

Langkah Tepat Menjaga Profesionalisme Jika Sekantor Dengan Keluarga atau Saudara

Jika perusahaan tak melarang, bekerja satu kantor dengan keluarga atau saudara sah-sah saja, asalkan...

Mengintip KKBI, kata “nepotisme” diartikan lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Jika berangkat dari pengertian ini, profesionalisme dalam pekerjaan pun menjadi diragukan. 

Tak bisa dipungkiri jika salah satu akses tercepat mendapatkan pekerjaan adalah mencari link melalui keluarga atau meminta bantuan saudara agar dapat bergabung di perusahaan yang sama. Apalagi perusahaan pun tak membuat aturan khusus yang melarang adanya hubungan suami-istri, orangtua-anak, adik-kakak, atau hubungan persaudaraan lainnya dalam pekerjaan. 

Sayangnya, beberapa karyawan tak bisa membedakan hubungan pekerjaan dengan hubungan pribadi. Etika dan profesionalisme pun tak lagi dilakukan layaknya berhubungan dengan rekan kerja lainnya. Jika Anda bekerja bersama suami, keluarga, dan saudara, alangkah lebih bijak jika melakukan hal ini: 


Tetap Menjaga Rahasia Perusahaan

Hubungan darah membuat Anda lebih nyaman bertukar pikiran dengan saudara sendiri. Apalagi jika saudara tersebut satu perusahaan, rasanya Anda berdua sama-sama mengerti kondisi pekerjaan masing-masing. Jika salah satu dari Anda berada di posisi penting, tak perlu membocorkan semua rahasia perusahaan yang Anda ketahui. Hal ini berpotensi membuat posisi Anda terancam jika sewaktu-waktu manajemen perusahaan merasa dirugikan. 

Sebaliknya, Anda yang menerima rahasia tersebut, tak perlu menyebarluaskannya kepada orang lain—apalagi hanya untuk mendapatkan popularitas semata. Mungkin Anda tak sadar, tapi predikat buruk sebagai tukang gosip sudah melekat pada Anda—dan ini bukanlah hal yang membanggakan.




Tidak Menyalahgunakan Jabatan

Jika salah satu dari Anda berada di posisi penting, hindari mengambil kesempatan untuk mempromosikan jabatan saudara yang lain tanpa mengukur kualitas kerja dan kemampuannya. Jangan pula mengambil keputusan sepihak bahkan menutupi kesalahan yang telah dilakukan saudara Anda. 

Sebaliknya, Anda yang posisinya di bawah, harus mampu mengusir bayang-bayang sang saudara. Bekerjalah sesuai job desk, tunjukkan kemampuan diri dengan maksimal, dan ciptakan prestasi. Tak perlu cari aman dan jangan sekali-kali mengandalkan backing-an sebagai senjata ketika melakukan kesalahan dalam pekerjaan. 


Bersikap Adil dan Objektif

Biasanya bersikap objektif paling sulit dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keterikatan persaudaraan. “Namanya keluarga sendiri, masa iya tidak dibantu”, kalimat seperti ini selalu menjadi pembelaan untuk melakukan hal-hal yang tidak profesional.

Ketika saudara Anda melakukan kesalahan bahkan menciptakan kesan buruk di perusahaan, sebaiknya tetaplah objektif dan tak perlu terbawa emosi. Dukungan memang perlu diberikan kepada saudara Anda, namun tidak berarti menyetujui tindakan buruknya, bukan? 

Berikan nasehat membangun kepadanya dan bersikaplah adil juga netral kepada rekan kerja lainnya—termasuk kepada orang yang bersinggungan langsung dengan saudara Anda. Jangan rusak citra diri Anda menjadi sama seperti sang saudara. 




Tidak Mencari atau Membuat Sekutu Baru

Mungkin Anda pembuka jalan pada proses recruitment, bahkan Anda berjasa dalam mempromosikan jabatan saudara. Sebagai bentuk balas budi, saudara pun tunduk kepada semua keinginan Anda. Jika hal ini terjadi, Anda tak perlu membuat sekutu baru untuk menciptakan benteng pertahanan sendiri di kantor. Jangan mengontaminasi saudara dengan hal buruk untuk mendukung Anda. 

Sebaliknya, Anda sebagai saudara berusahalah menujukkan kinerja yang benar diikuti attitude yang baik. Sudah bukan zamannya lagi membentuk sebuah sekutu atau geng layaknya remaja di masa sekolah, bukan?

 

Menghindari Kerjasama Yang Merugikan

Tak sedikit perusahaan yang mengeluarkan aturan larangan adanya hubungan persaudaraan antara satu pekerja dengan pekerja lainnya. Salah satu alasannya, mencegah kemungkinan terjadinya koalisi atau kerjasama yang bisa merugikan perusahaan—seperti korupsi.

Anda dan sang saudara cobalah menjauhkan diri dari segala perbincangan atau bentuk kerjasama yang hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan perusahaan. Banyak mata yang memerhatikan kualitas dan cara Anda bekerja. Ketika Anda dan sang saudara melakukan kesalahan, reputasi buruk juga akan mengintai nama besar keluarga. 

(Saskia Damanik/Elizabeth Puspa, Images: Berbagai sumber) 

Author:

You Might Also LIke