Stay in The know

Career & Money

Kesetiaan Berlebihan Pada Perusahaan Ternyata Dapat Mengganggu Kesehatan Mental Anda

Kesetiaan Berlebihan Pada Perusahaan Ternyata Dapat Mengganggu Kesehatan Mental Anda

4 tanda ini menunjukkan Anda memiliki Corporation Stockholm Syndrome di dunia karier.

Stockholm Syndrome tak hanya terjadi pada korban penculikan saja. (BACA JUGA: Hati-hati, Rasa Setia Bisa Berujung Pada Sindrom Stockholm. Ini Penjelasannya!). Fenomena ini seringkali disebut dengan ‘keintiman sesat’. Kita merasa terlalu intim dengan perusahaan, sampai lupa bahwa hal tersebut justru membuat mental terganggu. Berikut adalah 4 tanda bahwa Anda mulai menunjukkan sindrom Stockholm di lingkungan kerja, menurut Kevin M. Gilmartin, Ph.D. dan Russell M. Davis, M.A, penulis buku “The Correctional Officer Stockholm Syndrome”.


Memiliki Ikatan Emosional Terlalu Besar

Anda telah memiliki ikatan emosi terlalu besar atas perusahaan yang membuat pekerjaan bukanlah sekedar profesionalitas, namun lebih daripada itu. Hal ini membuat Anda tidak bisa berpikir dengan logika ketika ada penyelewengan atau kebijakan yang merugikan Anda sebagai pekerja. Hasilnya, Anda memilih untuk tetap bekerja di sana—apapun risikonya. “We've invested so many emotions, cried so much, and worried so much (about the company),” tulis ketiga peneliti tersebut.




Berusaha Keras Untuk Diterima Lingkungan Sosial

Beberapa karyawan yang mengalami hal ini biasanya menjadi memaksakan diri untuk mengikuti lingkungan kerjanya. Hal ini pun seringkali berakhir pada office bullying. Salah satu yang paling sering terjadi adalah korban diberikan beban kerja yang tak sesuai dengan posisi dan tanggung jawabnya. “The abusing partner may threaten to spread rumors or secrets. A type of blackmail using intimacy is often found in these situations,” jelasnya.




Menunggu Gaji Yang Tak Pasti

Percayakah Anda bahwa di luar sana banyak yang tetap setia dengan perusahaannya meskipun tidak mendapat kejelasan akan gaji mereka? Banyak! Mereka biasanya selalu percaya bahwa perusahaan akan memberikan mereka benefit berupa gaji yang layak. Janji dari perusahaan seringkali terlontar dan mereka tetap setia meskipun perusahaan sangsi akan janji tersebut. 




Over-promotion

Anda selalu tertarik dengan jabatan yang lebih dan lebih lagi. Biasanya, perusahaan akan mengimingi Anda dengan jabatan, posisi, atau tanggung jawab baru. Meskipun beberapa kali dikecewakan dengan promosi—entah kenaikan jabatan tidak diiringi kenaikan gaji atau tanggung jawab tidak sesuai—namun Anda tetap bertahan di perusahaan tersebut. Peluang dari perusahaan lain pun seolah menjadi tak kasat.

Tanamkan baik-baik bahwa Anda bekerja untuk hidup—bukan sebaliknya. Jadi, ketika aspek pekerjaan sudah menyerap kehidupan Anda, sebaiknya lepaskan pekerjaan tersebut. Jika Anda merasa tertekan, namun tetap memilih bertahan, mungkin bantuan psikolog menjadi langkah yang tepat untuk segera menyadarkan Anda dari situasi yang kurang menguntungkan tersebut.

(Shilla Dipo, Images: Berbagai Sumber)

Author:

You Might Also LIke