Stay in The know

Career & Money

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Negosiasi Gaji

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Negosiasi Gaji

Simak untuk minimalkan kesalahan.

Durasi baca: 50 detik.


Memiliki tawaran pekerjaan baru adalah salah satu tantangan besar yang harus dihadapi. Sebagai seorang profesional, Anda mungkin masih dapat melakukan kesalahan ketika melakukan wawancara atau negosiasi gaji. Mematok angka yang besar bukan semata ditentukan dari pekerjaan Anda di masa lalu, sebab pewawancara akan sebisa mungkin menguranginya untuk menghemat pengeluaran perusahaan. Melansir dari Forbes.com ini dia kesalahan yang harus dihindari ketika melakukan negosiasi gaji yang mengesankan profesionalitas Anda. 


JANGAN MEMBAWA URUSAN PRIBADI



(Foto: Jcomp/Freepik.com )


Mungkin tinggal di kota besar dengan biaya hidup yang tinggi membuat Anda berpikir patut untuk mematok gaji yang fantastis. Apapun alasannya, Anda sebaiknya tidak menyinggung situasi pribadi saat melakukan negosiasi gaji. Seberapa kecil apartemen Anda, susu formula anak yang mahal, jangan pernah berpikir untuk menceritakannya. Uang yang akan Anda dapatkan hanya berkolerasi dengan tanggung jawab Anda pada perusahaan. Ini juga membuat nilai profesionalitas Anda terjun bebas dan memungkinkan perusahaan menyingkirkan Anda dari daftar kandidat pegawai. 


JANGAN SEBUTKAN NOMINAL LEBIH AWAL

Bukan berarti tidak ada inisiatif disini, tetapi ketika melakukan negosiasi Anda juga sebaiknya memiliki etika. Anda dapat membocorkan gaji pekerjaan yang digeluti sebelumnya setelah diminta oleh perekrut. Apabila hal tersebut tidak ditanyakan, ini memuluskan tujuan Anda mematok gaji idaman melalui negosiasi. Tunjukan bahwa Anda merupakan satu-satunya kandidat ideal yang pantas dihargai. Selain itu, merahasiakan nominal gaji sebelumnya membuat Anda bebas dari label harga. 

  • PAGE
  • 1
  • 2

Author: Shilla Dipo

You Might Also LIke