×

Stay in The know

Career & Money

Inilah 4 Kelebihan Wanita Ketika Menjadi Seorang Pemimpin di Pekerjaannya

Inilah 4 Kelebihan Wanita Ketika Menjadi Seorang Pemimpin di Pekerjaannya
Saskia Damanik

Sun, 24 April 2016 at 20.00

Tiga (3) wanita ini berbicara tentang keunggulan wanita saat menjadi seorang pemimpin.

“Women are natural leaders. They are wired to lead,” kata Daniel Amen, seorang psikiater asal Amerika Serikat. Sebagai wanita, Anda tentu bangga saat membaca pernyataan tersebut, kan? Namun, hal tersebut tak bisa berhenti sampai di situ saja, melainkan wajib diaplikasikan. Ternyata, ada 4 keunggulan yang dimiliki seorang wanita saat menjadi pemimpin. Apa saja? Berikut jawaban dari ketiga co-founder, Dhini Hidayati, Tety Sianipar, dan dr. Frieska Saputra.

(BACA JUGA: Wanita Vs. Pria, Siapa Yang Lebih Unggul Dalam Dunia Kerja?)


Peka

“Wanita itu lebih peka sehingga saat terjadi permasalahan, kita dapat mengetahuinya lebih cepat,” ucap Dhini, Co-Founder dari Gandeng Tangan, situs aplikasi yang membantu pinjaman dana bagi social entrepreneur. Baginya, wanita adalah makhluk perasa sehingga feeling-nya menjadi lebih kuat. Dalam menjalankan perusahaan, keganjilan-keganjilan akan lebih mudah diketahui karena kepekaan yang dimiliki oleh wanita.


Penuh Kasih

Meski banyak yang sering mengatakan bahwa wanita lebih emosional saat menjadi pemimpin, namun dr. Frieca, Co-Founder Ovula—aplikasi untuk program KB alami—menyatakan jika wanita itu memimpin dengan penuh kasih. “Wanita itu sepertinya memang diciptakan penuh kasih—untuk mengasihi dan dikasihi. Jadi, saat menjadi pemimpin wanita akan memimpin dengan penuh kasih. Bukan berarti memanjakan, lho. Penuh kasih berarti mampu bersikap tegas, namun hal tersebut bertujuan untuk membangun,” tegasnya.




Lebih Fokus

“Buat saya, wanita itu bisa lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya—terutama jika beban kerjanya banyak. Soalnya, wanita sudah terbiasa dengan banyaknya pekerjaan dalam satu waktu, mulai dari pekerjaan kantor, tanggung jawab sebagai ibu, hingga semua hal yang berkaitan dengan penampilan. Hal ini membuat wanita tetap bisa fokus meski memiliki banyak tanggung jawab,” jelas Tety, CTO dari Kredibilitas, aplikasi untuk membantu kaum disabilitas mendapatkan pekerjaan formal.


Membiarkan Hati Bicara

Dalam menghadapi persoalan, kadang tidak selamanya logika yang digunakan untuk menyelesaikannya. “Ada permasalahan yang perlu dipandang dengan menggunakan hati dan perasaan. Kadang, untuk mencapai tujuan pun hati perlu digunakan agar semua bisa berjalan sesuai dengan rencana, kan?” tambah Tety.

Ternyata, wanita memang memiliki strategi yang berbeda karena tak hanya menggunakan logika ataupun teori tertentu. Menjadi makhluk yang lebih sensitif, membuat wanita lebih mudah dalam menerapkan peran hati saat menjadi pemimpin. “Intinya menyatukan hati dan logika. Jadi, usahakan seimbang antara keduanya jika memang ingin menjadi pemimpin yang baik,” tutur Dhini.

(Shilla Dipo, Images: Berbagai sumber)

You Might Also LIke