Stay in The know

Career & Money

Ini Dia 7 Kesalahan Saat Meminta Promosi Jabatan Kerja

Ini Dia 7 Kesalahan Saat Meminta Promosi Jabatan Kerja


Setiap karyawan atau pekerja tentu ingin mendapatkan promosi jabatan atau naik jabatan. Merasa sudah melakukan pekerjaan dengan baik dengan masa kerja yang terbilang lumayan lama, tapi apa daya belum ada tanda-tanda tersebut dari atasan. Anda boleh, kok, mewujudkan keinginan tersebut dengan dua pilihan cara: menunggu dengan menenetapkan deadline buat Anda sendiri atau membicarakannya langsung kepada pada atasan.

Ya, sebagian orang memilih untuk membicarakannya secara langsung. Namun, belum tentu permintaan Anda dikabulkan oleh si bos, bukan? Biasanya, nih, ada 7 kesalahan yang sering dilakukan seseorang saat meminta promosi pada atasan seperti yang Glitz Media paparkan berikut ini:  


1.Terlalu Menuntut

Benar sih, Anda tentu menginginkan kenaikan jabatan yang diiringi dengan kenaikan hal lain, seperti gaji, tunjangan, dan fasilitas. Tapi ini bisa membuat atasan menjadi tertekan. Anda jadi terkesan banyak menuntut dan ini dapat membuat atasan jadi berpikir berkali-kali untuk mempromosikan Anda.

2.Berusaha Terlalu Keras

Menurut Amy Hoover, Presiden Talent Zoo (recruitment company yang berbasis di Atlanta), banyak atasan yang tidak suka dengan cara yang satu ini. Jika Anda terlalu keras berusaha, Anda justru bisa di-cap sebagai penjilat. Bukannya dipromosikan, bisa-bisa atasan jadi tidak suka dengan Anda, deh.

3.Mendapat Promosi=Gaji Besar

Seperti yang diungkapkan oleh Lynn Taylor, penulis Tame Your Terrible Office Tyrant; How to Manage Childish Boss Behavior and Thrive in Your Job, bahwa dipromosikan bukan berarti akan membuat Anda senang secara instan. Ubah mindset Anda dan fokus sebaiknya terpusat pada resiko dan tanggung jawab kerja.

4.Salah Waktu dan Tempat

Permasalahan promosi adalah hal yang penting dan tidak bisa dilakukan ‘asal lalu’. Jadi, pastikan untuk membuat janji dengan atasan Anda. Sebelum istirahat makan siang bisa menjadi waktu yang pas. Namun jika ia memang sangat sibuk, ada baiknya Anda menunggu. Jangan lupa untuk memperhatikan mood atasan Anda, ya.


5.Melampaui Target

Jika Anda sedang berusaha mendapatkan promosi, bukan berarti Anda berusaha untuk mengerjakan pekerjaan lain—di luar tanggung jawab Anda—hanya untuk memukaukan atasan. Ini justru membuat Anda tidak terlihat profesional. Cobalah bertanggung jawab dan fokus memaksimalkan job desk Anda, Glitzy.

6.Meminta Promosi Karena Masa Kerja

Memiliki jabatan lebih bukan hanya didasarkan pada berapa lama masa kerja Anda. Hoover menyampaikan, “A common misperception in corporate America is that longevity equals a promotion. That’s simply not the case in our modern work culture,” kata Hoover dikutip dari Forbes. Ini adalah masalah kapabilitas, bukan hanya sekedar lama Anda bekerja.

7.Tidak Memiliki Alasan Yang Tepat

Menurut Hoover, Anda harus bisa meyakinkankan atasan bahwa Anda layak untuk dipromosikan. Anda pun harus menyesuaikan dengan kredibilitas Anda. Jangan pernah mengajukan promosi saat Anda tidak siap dengan pertanyaan-pertanyaan atasan. It will ruin everything.


So, Glitzy, sebelum meminta promosi, Anda harus berhati-hati dan memiliki strategi. Anda tidak bisa menuntut tanpa alasan. Jika Anda memang layak dipromosikan, atasan pasti mengerti saat Anda mengajukan hal tersebut dan segera mempertimbangkannya, kok.

(Shilla Dipo, Image: Corbis)

Author:

You Might Also LIke