Stay in The know

Career & Money

Hati-Hati Dengan Sistem Gali Lubang-Tutup Lubang Dalam Berhutang

Hati-Hati Dengan Sistem Gali Lubang-Tutup Lubang Dalam Berhutang


Kesulitan keuangan membuat Anda harus berhutang. Namun, di tengah perjalanan mencicil hutang, masalah baru yang datang membuat Anda mengambil keputusan untuk menutup hutang dengan hutang baru. 

Sistem ini awalnya sepertinya aman-aman saja. Namun, membiasakan diri menutup lubang dengan membuka lubang baru bisa berakibat fatal jika dilakukan terus menerus dan tidak hati-hati. Bukannya selesai dari hutang, Anda malah terancam tak bisa lepas dari jeratan hutang.

Mengapa begitu? Ini dia lima alasan kenapa sistem gali lubang tutup lubang dapat membahayakan keuangan Anda.


Menggampangkan Hutang

Merasa mudah menemukan solusi membayar hutang dengan mengandalkan uang dari pihak lain membuat Anda gampang berhutang. Padahal solusi meminjam uang dari pihak lain hanyalah bersifat sementara—bukan menyelesaikan secara tuntas. Rasa aman dan mudah di awal tidak disertai dengan pemikiran panjang, hingga orang mudah terjebak dengan sistem gali lubang tutup lubang ini.


Hutang Double

Seorang rekan pernah dengan mudahnya mengatakan, “Duh, tagihan kartu kredit membengkak. Oh, tapi tak apalah. Saya kan, bisa mengajukan KTA untuk membayar kartu kredit.” Pernah berpikir melakukan hal yang sama? Mungkin KTA bisa jadi penyelesaian, asalkan Anda menutup kartu kredit dan tidak menggunakannya lagi. Jika tidak? Ada hanya menambah hutang saja. 


Kebutuhan Meningkat

Saat menerima gaji, penyisihan pertama difokuskan pada pembayaran hutang. Jatah tabungan menjadi berkurang, sementara kebutuhan manusia selalu saja meningkat. Banyaknya gaji yang terbuang untuk membayar hutang, membuat Anda semakin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan lain. Okay, then you choose to do another transaction with credit card—you dig the hole deeper.



Hutang Lebih Besar Lagi

Jika salah trik dan tidak hati-hati, Anda bisa terjebak dengan menggali lubang yang lebih besar. Mungkin awalnya Anda hanya ingin menutupi lubang-lubang kecil, namun cicilan yang besar dan bunga tinggi dari lubang besar membuat Anda semakin tenggelam dalam hutang.


Kecenderungan Kembali Pada Pola Yang Sama 

Jika beruntung, Anda memang dapat terselamatkan dari hutang secara tuntas. Namun, menjadikan hal ini sebagai kebiasaan ketika menemukan masalah keuangan adalah salah besar. Apalagi merasa bisa menguasai ‘medan hutang’, bisa-bisa Anda cenderung melakukan berhutang lebih besar dan lebih banyak lagi.


Masalah gali lubang tutup lubang bukan hanya mengancam keuangan, tetapi juga mengganggu kenyamanan hidup Anda. Bayangkan setiap mendekati tanggal jatuh tempo pembayaran hutang atau tagihan, Anda sering dihantui perasaan cemas—dan ini akan semakin lama terjadi jika Anda terus menggali lubang. Jadi pikirkan kembali niat Anda melakukan hal ini jika tidak disertai konsistensi dan jiwa disiplin tinggi, Glitzy.

(BACA JUGA: SEBELUM AJUKAN PINJAMAN TUNAI KE BANK, PERHATIKAN 6 HAL BERIKUT AGAR TAK SALAH LANGKAH)

(Shilla Dipo, Images: Corbis)

Author:

You Might Also LIke