×

Stay in The know

Career & Money

Hak & Kewajiban Pekerja Kantor: 5 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Masuk Kerja

Hak & Kewajiban Pekerja Kantor: 5 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Masuk Kerja
Anggia Hapsari

Mon, 26 August 2019 at 12.03

Lembur, gaji, hingga cuti memiliki aturan tersendiri yang perlu Anda ketahui.

Durasi baca: 1 menit 15 detik


Banyak orang yang bekerja tanpa mengetahui jelas akan hak dan kewajibannya di kantor. Tak jarang orang hanya akan menuruti perintah atasan tanpa memerjuangkan haknya atau terlalu menuntut hak tanpa mengindahkan kewajibannya. 


Sebagai pekerja atau atasan, kita harus mengetahui bahwa hak dan kewajiban karyawan diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

(BACA JUGA: Bahaya yang Mengintai Jika Sering Lembur Kerja)


GAJI

Hak

Pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 93 ayat 1, diatur bahwa pengusaha wajib membayar upah pekerja dengan gaji pokok sesuai UMP (Upah Minimum Provinsi) atau mereka bisa terjerat tindak pidana. 


Untuk di Provinsi DKI Jakarta, upah minimum yang ditetapkan adalah IDR 3.100.000. Tentunya gaji ini harus Anda perhatikan pula dengan beban kerja yag dibebankan. Apabila di kemudian hari beban kerja bertambah berat, maka Anda berhak untuk meminta kenaikan gaji karena upah IDR 3.100.000 tersebut adalah harga yang diberikan sesuai dengan beban kerja yang dibicarakan di awal.


Kewajiban

Dalam melaksanakan hubungan industrial, pekerja dan serikat pekerja mempunyai fungsi menjalankan pekerjaan sesuai dengan kewajibannya, menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi secara demokrasi, mengembangkan keterampilan dan keahliannya serta ikut memajukan perusahaan dan memperjuangkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya. 


Hal ini sesuai dengan apa yang tertera pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 102 ayat (2).


LEMBUR

Hak

Lembur merupakan hal yang wajar terjadi di dunia kerja. Anda terkadang harus tinggal di kantor lebih lama atau bahkan masuk di hari libur. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa ada aturan mengenai lembur ini. 


Menurut UU No. 13 tahun 2003 pasal 78, setiap kerja maksimal hanya boleh lembur 14 jam/minggu (tidak termasuk hari libur maupun akhir pekan). Anda pun berhak menuntut uang lembur, lho. 


Jika tidak, maka perusahaan dapat terjerat sanksi karena Kepmenakertrans No. 102 Tahun 2004 mewajibkan pengusaha membayar lembur para pekerjanya.


Jika perusahaan tempat bekerja tidak memiliki sistem pembayaran upah lembur, maka sebaiknya Anda menanyakan apakah ada pergantian hari libur dari lembur tersebut atau tidak.

(BACA JUGA: Pertahankan Kualitas Istirahat Saat Perjalanan Bisnis)


Kewajiban

Beberapa orang banyak yang sengaja melemburkan diri demi ‘upah tambahan’. Sebagian, ada juga yang tidak menggunakan jam bekerja dengan efektif dan efisien.


Misalnya saja korupsi waktu istirahat, di mana biasanya waktu istirahat yang diberikan adalah selama 1 jam, namun karyawan tersebut justru memperpanjang jam istirahatnya. 


Jika Anda korupsi waktu, maka perusahaan memiliki hak untuk tak membayarkan upah lembur di hari tersebut.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke